Story
Wells Fargo Waspadai AT&T, Verizon, dan T-Mobile di Tengah Ancaman Starlink

Wells Fargo telah memulai liputan saham untuk tiga operator nirkabel utama di Amerika Serikat—AT&T, Verizon, dan T-Mobile—dengan pandangan sektor yang berhati-hati. Menurut analis Steven Cahall, ancaman kompetitif yang semakin besar dari Starlink milik SpaceX menjadi alasan utama di balik prospek tersebut, terutama dampaknya terhadap pertumbuhan akses nirkabel tetap (fixed wireless access/FWA) dan jumlah pelanggan pascabayar di seluruh industri.
AT&T menerima peringkat "Underweight" dengan target harga $18. Wells Fargo menilai AT&T sebagai perusahaan yang "paling berisiko" terhadap hilangnya pangsa pasar dan "paling kecil kemungkinannya untuk menjalin kesepakatan MVNO (Mobile Virtual Network Operator) dengan Starlink Mobile". Probabilitas kesepakatan untuk AT&T diperkirakan hanya sebesar 20%, menjadikannya yang paling rentan terhadap persaingan dari layanan satelit.
Sementara itu, Verizon dan T-Mobile keduanya dimulai dengan peringkat "Equal Weight". Verizon, dengan target harga $43, disebut sebagai pilihan telekomunikasi yang paling disukai oleh Wells Fargo. Analis melihat Verizon memiliki "potensi kerugian dan keuntungan terbesar dari kesepakatan MVNO dengan Starlink", dengan probabilitas kesepakatan sebesar 40%. Di sisi lain, T-Mobile (target harga $170) yang secara historis menjadi peraih pangsa pasar, kini menghadapi tekanan karena Verizon diprediksi tidak akan banyak kehilangan pelanggan lagi dan Starlink berpotensi mengurangi pertumbuhan industri secara keseluruhan.
AdSecara keseluruhan, Wells Fargo memproyeksikan bahwa ekspansi kapasitas Starlink, yang didukung oleh peluncuran Starship V3 di masa depan, akan menekan penambahan pelanggan baru untuk layanan akses nirkabel tetap di seluruh industri pada tahun 2028. Hal ini menandakan potensi pergeseran lanskap kompetitif bagi para pemain telekomunikasi besar di AS.