Story

Imbal Hasil Treasury AS Turun Seiring Pasar Cerna Data Payrolls yang Melemah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20261 min read
Imbal Hasil Treasury AS Turun Seiring Pasar Cerna Data Payrolls yang Melemah

Summary

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah data tenaga kerja Juni yang lebih lemah dari perkiraan, sementara investor menantikan rilis risalah rapat Federal Reserve.

Text size
Background

Imbal hasil Treasury AS bergerak lebih rendah pada hari Senin, melanjutkan pergeseran turun setelah data pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan mendorong investor obligasi untuk mengkalibrasi ulang proyeksi inflasi dan suku bunga jangka pendek mereka.

Data Tenaga Kerja Mendingin

Pasar obligasi pemerintah mendapat tekanan beli yang stabil setelah rilis data nonfarm payrolls bulan Juni. Perekonomian AS hanya menambahkan 57.000 pekerjaan bulan lalu, ekspansi terkecil dalam empat bulan dan jauh di bawah estimasi konsensus sebesar 110.000.

Data yang lebih lemah ini memperkuat keyakinan pasar bahwa pasar tenaga kerja sedang memasuki fase pendinginan. Akibatnya, imbal hasil obligasi acuan bertenor 10 tahun turun menjadi sekitar 4,45%, sementara imbal hasil obligasi bertenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan turun menjadi 4,11%.

Laporan tersebut juga menunjukkan tingkat pengangguran secara tak terduga turun menjadi 4,2%, namun para analis mengaitkan penurunan tersebut dengan menyusutnya tingkat partisipasi angkatan kerja ke level terendah sejak 2021.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Fokus Beralih ke Risalah The Fed

Penurunan tajam harga minyak juga memberikan dukungan struktural bagi obligasi bertenor panjang. Harga minyak mentah Brent turun menjadi sekitar $71,86 per barel, meredakan kekhawatiran inflasi jangka pendek yang didorong oleh energi.

Namun, kenaikan di pasar obligasi tetap terkendali karena ketidakpastian mengenai suku bunga terminal The Fed. Investor kini mengalihkan perhatian mereka pada rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Juni pada hari Rabu.

Risalah ini menarik perhatian yang intens karena menjadi jendela besar pertama ke dalam dinamika bank sentral di bawah Ketua Fed yang baru diangkat, Kevin Warsh. Pasar akan mencermati setiap petunjuk mengenai arah kebijakan dan gaya komunikasi bank sentral ke depan.

Back to latest news

LATEST