Story
AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Iran, Targetkan Maskapai dan Aset Digital

Summary
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump sedang menjajaki sanksi terhadap industri penerbangan, maritim, dan aset digital Iran untuk meningkatkan tekanan ekonomi. Peringatan ini muncul setelah pertemuan G20 dan dukungan Rusia terhadap Teheran.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengisyaratkan bahwa maskapai penerbangan, industri maritim, dan aset digital dapat menjadi target sanksi berikutnya dalam upaya berkelanjutan pemerintahan Trump untuk menekan ekonomi Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Rabu, menyusul pertemuan G20.
Perluasan Target Sanksi
Bessent secara spesifik menyebutkan beberapa sektor yang sedang dipertimbangkan untuk dikenai sanksi lebih lanjut. Langkah ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak ekonomi Iran dan membatasi aksesnya ke pasar global.
Sektor-sektor yang menjadi target potensial antara lain:
- Maskapai penerbangan, termasuk perusahaan penyewaan pesawat (leasing).
- Industri maritim secara luas.
- Aset digital, yang dapat digunakan untuk menghindari sanksi keuangan tradisional.
AdPada hari Selasa, Bessent juga menyatakan bahwa sanksi tambahan terhadap bank-bank Iran dapat diumumkan dalam minggu ini, menunjukkan eskalasi tekanan yang cepat.
Peringatan dan Konteks Geopolitik
Pernyataan Bessent juga memuat peringatan keras kepada negara lain agar tidak memberikan dukungan kepada Teheran. "Pesan saya kepada semua orang adalah menjauhlah. Kita semua ingin konflik ini berakhir, dan cara tercepat untuk itu adalah dengan tidak ada seorang pun yang memberikan dukungan apa pun kepada rezim ini," katanya, seperti dikutip oleh Reuters.
Peringatan ini dilontarkan sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungannya untuk Iran. Bagi investor dan pasar, peningkatan sanksi ini dapat meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi harga komoditas, terutama minyak mentah, dan meningkatkan volatilitas di pasar aset digital jika regulator mulai menindak penggunaannya untuk penghindaran sanksi.