Story

Data Pekerjaan AS Melemah, Pasar Tetap Waspadai Inflasi dan Tensi Politik The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 10, 20262 min read
Data Pekerjaan AS Melemah, Pasar Tetap Waspadai Inflasi dan Tensi Politik The Fed

Summary

Penurunan tak terduga pada data pekerjaan AS bulan Juli gagal mengubah ekspektasi pasar secara signifikan terhadap kenaikan suku bunga The Fed, karena investor kini fokus pada data inflasi dan tekanan politik baru terhadap Gubernur Lisa Cook.

Text size
Background

Data pekerjaan Amerika Serikat secara tak terduga mengalami penurunan pada bulan Juli, namun reaksi pasar suku bunga tetap terbatas di tengah berbagai faktor yang saling bertentangan. Investor kini mengalihkan perhatian pada data inflasi mendatang dan meningkatnya tekanan politik terhadap salah satu gubernur Federal Reserve.

Data Ketenagakerjaan Mengejutkan

Laporan terbaru menunjukkan non-farm payrolls AS secara mengejutkan turun 23.000 pada bulan Juli. Selain itu, data untuk bulan Mei dan Juni direvisi turun dengan total gabungan 103.000 pekerjaan lebih sedikit dari perkiraan semula. Data ini menunjukkan rata-rata pertumbuhan pekerjaan hanya 20.000 per bulan selama tiga bulan terakhir.

Meski demikian, laporan yang sama juga menunjukkan penurunan tingkat pengangguran yang tidak terduga, memberikan sinyal yang beragam bagi pasar. Pelemahan data pekerjaan ini sempat mendorong bursa saham Wall Street mencetak rekor tertinggi baru pada hari Jumat, dengan sentimen positif menular ke pasar Asia pada awal pekan.

Fokus Beralih ke Inflasi dan The Fed

Terlepas dari data pekerjaan yang lemah, pasar tetap berhati-hati. Menurut data yang dikutip oleh Reuters, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan depan masih berada di sekitar 50-50. Sikap waspada ini didorong oleh beberapa faktor kunci:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Data Inflasi: Rilis data inflasi harga konsumen (CPI) untuk bulan Juli yang akan datang pada hari Rabu menjadi fokus utama. Angka inflasi tahunan diperkirakan akan tetap berada di atas 3%.
  • Harga Minyak: Harga minyak mentah Brent yang naik di atas $84 per barel menambah tekanan inflasi.
  • Penerbitan Obligasi: Pemerintah AS dijadwalkan akan menerbitkan surat utang Treasury baru senilai $125 miliar pada minggu ini, yang dapat memengaruhi imbal hasil.

Tekanan Politik Meningkat

Kekhawatiran mengenai independensi The Fed kembali mencuat setelah Presiden Donald Trump menuntut Gubernur Lisa Cook untuk menjawab tuduhan terkait hipotek dalam waktu tiga minggu. Ancaman pemberhentian menyertai tuntutan tersebut.

Menurut laporan Reuters, Mahkamah Agung sebelumnya telah memutuskan bahwa seorang presiden tidak dapat memberhentikan gubernur The Fed dalam kondisi seperti itu. Perkembangan ini menambah lapisan ketidakpastian politik bagi bank sentral AS menjelang keputusan kebijakan moneternya yang berikutnya.

Back to latest news

LATEST