Story
Futures Saham AS Stabil Setelah Koreksi Sektor Teknologi; Tarif dan Tensi Geopolitik Jadi Sorotan

Kontrak berjangka (futures) indeks saham utama AS bergerak stabil pada perdagangan malam, menyusul aksi jual tajam di sesi sebelumnya yang dipicu oleh saham-saham teknologi. Investor kini mengalihkan fokus pada risiko dari tarif perdagangan baru dan ketegangan geopolitik yang meningkat.
Pada pukul 22:22 ET (02:22 GMT), S&P 500 Futures terpantau stabil di 7.449,0 poin. Sementara itu, Nasdaq 100 Futures turun tipis 0,1% menjadi 28.592,50 poin, dan Dow Jones Futures naik 0,1% ke level 51.950,0 poin.
Wall Street Tertekan oleh Saham Teknologi
Pada perdagangan hari Kamis, indeks-indeks Wall Street ditutup anjlok secara signifikan. Indeks NASDAQ Composite memimpin pelemahan dengan turun lebih dari 2%, sementara S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing terkoreksi 1,2% dan 1%.
Pemicu utama aksi jual ini adalah pelemahan tajam pada saham Alphabet Inc (NASDAQ:GOOGL) dan Tesla Inc (NASDAQ:TSLA). Saham Tesla anjlok hampir 15%, sedangkan Alphabet merosot 7,1%. Kedua perusahaan mengisyaratkan tingkat belanja modal yang tinggi untuk membangun ambisi kecerdasan buatan (AI) mereka, yang memicu kekhawatiran investor tentang biaya besar dan ketidakpastian imbal hasil dari teknologi tersebut.
Tarif Baru dan Tensi Timur Tengah Menambah Beban
AdSentimen pasar juga dibebani oleh pengumuman kebijakan perdagangan baru. Pemerintahan Presiden Donald Trump menguraikan rencana pengenaan tarif mulai dari 10% hingga 12,5% terhadap 60 mitra dagang utama AS, termasuk Inggris, Tiongkok, Jepang, dan India. Menurut Perwakilan Dagang Jamieson Greer, tarif ini diberlakukan atas klaim bahwa negara-negara tersebut tidak berbuat cukup untuk menghentikan praktik kerja paksa.
Langkah ini menandai eskalasi baru dalam agenda tarif Trump dan menjadi sumber kekhawatiran ekonomi bagi Wall Street karena sifatnya yang disruptif dan berpotensi inflasioner. Selain itu, harga minyak melonjak minggu ini setelah serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap dua tanker Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi yang didorong oleh energi, yang dapat mendorong Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih *hawkish*.
Fokus Investor Pekan Depan
Investor akan mencermati pertemuan Federal Reserve minggu depan, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya. Di samping itu, pasar juga menantikan rilis laporan keuangan dari sejumlah raksasa teknologi lainnya.
- Rabu: Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT) dan Meta Platforms Inc (NASDAQ:META)
- Kamis: Apple Inc (NASDAQ:AAPL) dan Amazon.com Inc (NASDAQ:AMZN)