Story
Bursa Berjangka AS Bervariasi Jelang Rilis Data Inflasi dan Laporan Bank di Tengah Ketegangan Iran

Summary
Kontrak berjangka saham AS bergerak beragam pada hari Selasa karena investor menantikan data inflasi penting dan laporan pendapatan dari bank-bank besar, sementara meningkatnya ketegangan AS-Iran mendorong harga minyak lebih tinggi.
Kontrak berjangka indeks saham AS menunjukkan pergerakan yang beragam pada Selasa pagi, karena para pelaku pasar bersiap menghadapi rilis data inflasi yang krusial dan dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua dari bank-bank raksasa Wall Street. Di saat yang sama, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran telah mendorong lonjakan harga minyak, yang berisiko menyalakan kembali tekanan harga.
Pasar Menanti Data Penting
Investor akan mencermati hasil kinerja keuangan dari JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Wells Fargo, dan Citigroup yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa. Laporan-laporan ini akan menjadi sinyal awal mengenai kesehatan korporasi Amerika dan menjadi ujian penting bagi reli pasar saham tahun ini, yang telah mengangkat indeks acuan S&P 500 sekitar 10%.
Selain itu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni, yang akan dirilis pada pukul 08:30 ET, diperkirakan akan menunjukkan pelonggaran inflasi. Namun, potensi kenaikan biaya energi akibat ketegangan di Timur Tengah dapat membuat Federal Reserve tetap waspada.
Ketegangan Geopolitik Bayangi Prospek Inflasi
Eskalasi di Timur Tengah, termasuk serangan militer AS terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut, telah membuat pasar berhati-hati. Situasi ini mendorong harga minyak berjangka ke level tertinggi dalam empat minggu, memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi yang baru.
"Harga bensin sudah kembali di atas level Juni, yang berarti laporan inflasi berikutnya akan memanas lagi. Jadi, angka IHK hari ini mungkin tidak terlalu penting dibandingkan dengan eskalasi ketegangan geopolitik," kata Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote Bank, sebagaimana dikutip oleh Reuters.
AdSikap The Fed dan Pergerakan Pasar
Pasar juga mencerna komentar hawkish dari Gubernur The Fed Christopher Waller, yang pada hari Senin menyatakan bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga "dalam waktu dekat" jika inflasi tetap jauh di atas target 2%. Berdasarkan data CME FedWatch, para pedagang sekarang memperkirakan peluang 43% untuk kenaikan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed 29 Juli, naik dari 34% sehari sebelumnya.
Pada pukul 05:13 ET, data dari Reuters menunjukkan pergerakan kontrak berjangka sebagai berikut:
- Dow E-minis turun 118 poin (-0,22%)
- S&P 500 E-minis turun 1 poin (-0,01%)
- Nasdaq 100 E-minis naik 142,75 poin (+0,48%)
Kenaikan pada kontrak berjangka Nasdaq terjadi setelah indeks yang padat teknologi itu turun 1,6% pada sesi sebelumnya. Saham-saham semikonduktor juga tampak stabil di perdagangan pra-pasar setelah mengalami kerugian tajam.