Story

Bursa Berjangka AS Stabil Setelah Wall Street Menguat Akibat Meredanya Ketegangan Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 10, 20262 min read
Bursa Berjangka AS Stabil Setelah Wall Street Menguat Akibat Meredanya Ketegangan Iran

Summary

Kontrak berjangka saham AS bergerak tipis setelah sesi positif di Wall Street, didorong oleh meredanya harga minyak dan sinyal diplomatik antara AS dan Iran yang menenangkan sentimen investor.

Text size
Background

Kontrak berjangka indeks saham utama AS bergerak sedikit berubah pada perdagangan malam hari Kamis, setelah Wall Street ditutup lebih tinggi karena meredanya kekhawatiran geopolitik yang menenangkan sentimen investor.

Pada pukul 20:40 ET (00:40 GMT), S&P 500 Futures turun tipis 0,1% menjadi 7.578,75 poin, sementara Nasdaq 100 Futures melemah 0,3% menjadi 29.829,75 poin. Kontrak Dow Jones Futures diperdagangkan datar di level 52.738,0 poin.

Kinerja Wall Street dan Sentimen Pasar

Pada penutupan perdagangan Kamis, ketiga indeks utama AS berhasil membukukan kenaikan, memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,3%, S&P 500 menguat 0,8%, dan NASDAQ Composite melonjak 1,3%.

Peningkatan sentimen pasar terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menghubungi pihaknya untuk mencari jalur negosiasi. Pernyataan ini meningkatkan harapan bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran dapat mereda, meskipun terjadi saling serang militer baru-baru ini. Akibatnya, harga minyak mundur pada hari Kamis, mengurangi kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu kembali tekanan inflasi dan mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve.

Sektor Teknologi Memimpin Penguatan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Saham-saham di sektor teknologi, khususnya produsen chip dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI), memimpin kenaikan pada hari Kamis. Penguatan ini didorong oleh optimisme baru seputar permintaan AI di masa depan.

Indeks Semikonduktor Philadelphia (Philadelphia Semiconductor Index) menjadi salah satu tolok ukur kinerja sektor ini, dengan kenaikan sekitar 3% untuk sesi kedua secara berturut-turut. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan teknologi chip.

Data Ekonomi dan Prospek The Fed

Investor juga mencerna data ekonomi terbaru yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang relatif tangguh. Klaim pengangguran awal (initial jobless claims) turun menjadi 215.000. Namun, data lain menunjukkan pelemahan yang berkelanjutan di pasar perumahan.

Sementara itu, risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve menggarisbawahi kekhawatiran para pejabat bank sentral terhadap risiko inflasi yang persisten. Hal ini mengindikasikan bahwa suku bunga acuan dapat tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Kini, perhatian pasar beralih ke dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua, dengan bank-bank besar dijadwalkan untuk merilis kinerjanya minggu depan.

Back to latest news

LATEST