Story

Bursa Berjangka AS Anjlok, Minyak Melonjak Setelah Trump Sebut Kesepakatan Iran 'Berakhir'

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 8, 20261 min read
Bursa Berjangka AS Anjlok, Minyak Melonjak Setelah Trump Sebut Kesepakatan Iran 'Berakhir'

Summary

Bursa berjangka saham AS merosot tajam pada hari Rabu sementara harga minyak melonjak, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa kesepakatan sementara dengan Iran telah 'berakhir', yang memicu kekhawatiran investor akan eskalasi baru di Timur Tengah.

Text size
Background

Bursa berjangka indeks saham AS anjlok pada hari Rabu, dengan bursa berjangka Nasdaq mencapai level terendah dalam empat minggu, setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri perang dengan Iran telah "berakhir". Pernyataan yang disampaikan di Ankara ini mendorong lonjakan harga minyak dan membuat investor beralih ke aset yang lebih aman karena khawatir akan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Reaksi pasar sangat signifikan. Pada pukul 06:09 ET, Dow E-minis turun 712 poin (1,34%), S&P 500 E-minis turun 80 poin (1,06%), dan Nasdaq 100 E-minis anjlok 450 poin (1,55%). Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai pengukur tingkat kekhawatiran Wall Street, melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu minggu, menandakan meningkatnya kecemasan di pasar.

Harga minyak memperpanjang kenaikannya setelah pernyataan Trump, dengan minyak mentah acuan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS masing-masing naik lebih dari 6%. Menurut Aneeka Gupta, direktur riset makroekonomi di WisdomTree, ini adalah "panggilan besar" bagi pasar karena ekspektasi sebelumnya adalah aliran minyak akan kembali normal setelah nota kesepahaman (MOU) tercapai.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan harga minyak mentah mendorong saham-saham energi pada perdagangan pra-pasar. Saham Chevron naik 2,8% dan Exxon Mobil menguat 2,6%. Sebaliknya, saham-saham sektor perjalanan mengalami tekanan akibat kekhawatiran biaya bahan bakar yang lebih tinggi. Saham United Airlines turun 4,2%, Delta Air Lines turun 3,2%, dan operator kapal pesiar seperti Carnival juga mengalami penurunan.

Eskalasi terbaru ini menambah tekanan pada reli ekuitas AS yang sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Harga minyak yang lebih tinggi berisiko menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan dapat mempersulit jalur kebijakan Federal Reserve. Para investor kini menantikan risalah pertemuan kebijakan The Fed yang akan dirilis untuk mencari petunjuk mengenai penilaian risiko inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Back to latest news

LATEST