Story
Politisi AS Gencar Promosikan Investasi Dirgantara di Farnborough Airshow

Para politisi Amerika Serikat melancarkan kampanye besar-besaran di Farnborough Airshow untuk menarik investasi dari perusahaan dirgantara, pertahanan, dan antariksa global. Upaya ini dilakukan seiring lonjakan belanja di sektor-sektor tersebut yang didorong oleh ketegangan geopolitik dan tingginya permintaan pesawat komersial.
Upaya Agresif AS di Farnborough
Kehadiran AS dalam pameran tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan ukuran paviliun yang diperluas sebesar 22%. Menurut laporan Reuters, jumlah peserta pameran dari lembaga pemerintah dan perusahaan swasta AS melonjak 21% dibandingkan acara sebelumnya pada tahun 2024. Kini, AS menyumbang sekitar sepertiga dari keseluruhan pameran.
Delegasi tingkat tinggi, termasuk sembilan senator dan beberapa gubernur, hadir untuk mempromosikan keunggulan investasi di negara mereka. Menurut Aerospace Industries Association, industri dirgantara dan pertahanan AS menghasilkan aktivitas bisnis senilai $1 triliun pada tahun 2025, menyumbang 1,6% dari output ekonomi AS dan mendukung lebih dari 2,1 juta pekerjaan.
Persaingan Ketat dari Eropa
Langkah AS ini menghadapi persaingan yang kuat dari negara-negara Eropa yang juga meningkatkan dukungan untuk industri mereka. Uni Eropa dilaporkan menaikkan anggaran pertahanan sebesar 8,6% menjadi rekor €454 juta ($518,10 juta) pada tahun 2026.
AdSementara itu, pemerintah Inggris baru-baru ini mengumumkan paket dukungan senilai £600 juta ($802,50 juta) untuk industri dirgantara dalam negeri. Paket ini mencakup dana untuk riset dan teknologi serta penguatan rantai pasok, yang melibatkan mitra industri seperti Airbus, Rolls-Royce, dan Safran.
Daya Tarik Investasi AS
Para pejabat AS menyoroti beberapa keunggulan kompetitif untuk menarik investor, antara lain:
- Pajak dan regulasi yang lebih rendah
- Harga energi yang kompetitif
- Ketersediaan tenaga kerja terampil
- Tingkat upah yang lebih tinggi, dengan gaji di sektor dirgantara AS rata-rata 40% di atas rata-rata nasional.
Abigail Spanberger, Gubernur Virginia, menyatakan bahwa negara bagiannya telah berinvestasi ratusan juta dolar untuk menyiapkan lokasi bagi ekspansi perusahaan dirgantara. Sementara itu, Walikota Cleveland Justin Bibb menyoroti keunggulan biaya operasional di wilayahnya. "Biaya untuk berbisnis jauh lebih terjangkau di Cleveland daripada di Silicon Valley atau wilayah pesisir," ujarnya.