Story

Pasar Global Dihantui Tensi Geopolitik dan Volatilitas Saham Semikonduktor

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20262 min read
Pasar Global Dihantui Tensi Geopolitik dan Volatilitas Saham Semikonduktor
Text size
Background

Aksi saling balas serangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz pekan ini kembali menempatkan jalur perairan strategis tersebut sebagai pusat perhatian pasar global. Meskipun respons pasar relatif tenang, investor kini menimbang risiko geopolitik yang meningkat bersamaan dengan volatilitas tajam di sektor teknologi dan prospek inflasi yang rumit.

Eskalasi di Selat Hormuz dan Dampaknya pada Minyak

Serangkaian serangan balasan antara pasukan AS dan Iran terjadi pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis, menyusul serangan berulang terhadap kapal-kapal di selat tersebut. Menurut laporan Reuters, Presiden AS Donald Trump pada awalnya menyatakan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik "berakhir", tetapi kemudian menambahkan bahwa ia tidak mengharapkan konflik skala penuh.

Reaksi pasar yang terkendali menunjukkan bahwa investor memandang eskalasi ini akan kembali ke meja perundingan, bukan perang terbuka. Harga minyak mentah Brent sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa minggu pada hari Rabu sebelum kembali turun, tetap berada di bawah level $80 per barel. Namun, investor dihadapkan pada skenario yang kompleks:

  • Gangguan Pasokan: Lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz sempat terhenti pada hari Kamis, berpotensi membatasi pasokan dari produsen Teluk.
  • Potensi Kelebihan Pasokan: Jika lalu lintas pulih, pasar justru bisa menghadapi potensi kelebihan pasokan karena OPEC+ baru-baru ini setuju untuk menaikkan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari, sementara permintaan global tampak tidak sekuat yang diperkirakan.

Prospek Inflasi dan Volatilitas Obligasi

Sample IUX Markets – In-articleAd

Ketidakpastian geopolitik menambah kerumitan bagi para pembuat kebijakan moneter yang mencoba mengendalikan inflasi. Risalah rapat Federal Reserve bulan Juni yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan beberapa pejabat melihat potensi kenaikan suku bunga segera, dengan tekanan harga yang menjadi "lebih berbasis luas".

Kekhawatiran inflasi ini tercermin dari lonjakan imbal hasil obligasi global. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun bahkan sempat mencapai level tertinggi dalam 30 tahun pada hari Kamis. Namun, imbal hasil tersebut kemudian turun setelah menteri keuangan Jepang mengisyaratkan bahwa dana pensiun negara akan didorong untuk meningkatkan investasi pada aset domestik secara substansial.

Gejolak di Sektor Semikonduktor

Saham-saham semikonduktor, yang mengalami kenaikan pesat pada paruh pertama tahun ini, menunjukkan volatilitas yang tinggi. Saham Samsung Electronics merosot meskipun melaporkan lonjakan laba operasional kuartal kedua hingga 19 kali lipat pada hari Selasa. Indeks KOSPI Korea Selatan yang padat saham chip sempat memasuki wilayah *bear market* pada hari Rabu sebelum pulih pada hari Jumat.

Di tengah gejolak tersebut, euforia seputar kecerdasan buatan (AI) tampaknya masih kuat. Penjualan saham SK Hynix di AS senilai $26,5 miliar mengalami kelebihan permintaan yang signifikan (*heavily oversubscribed*), menandakan minat investor yang masih tinggi terhadap narasi AI. Pekan depan, investor akan mencermati data inflasi harga konsumen AS untuk bulan Juni dan dimulainya musim laporan keuangan dari bank-bank besar AS.

Back to latest news

LATEST