Story

DPR AS Akan Voting untuk Menetapkan Waktu Musim Panas Secara Permanen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20261 min read
DPR AS Akan Voting untuk Menetapkan Waktu Musim Panas Secara Permanen

Summary

Dewan Perwakilan Rakyat AS dijadwalkan untuk melakukan pemungutan suara minggu depan mengenai RUU untuk mengakhiri perubahan jam dua kali setahun dan memberlakukan Waktu Musim Panas (DST) secara permanen, sebuah langkah yang memicu perdebatan mengenai dampak ekonomi dan sosial.

Text size
Background

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat akan melakukan pemungutan suara minggu depan mengenai rancangan undang-undang (RUU) untuk memberlakukan Waktu Musim Panas atau *Daylight Saving Time* (DST) secara permanen. Langkah ini, jika disetujui, akan mengakhiri praktik perubahan jam dua kali setahun yang telah berlangsung di hampir seluruh wilayah AS sejak tahun 1960-an.

Detail Legislasi

RUU yang dikenal sebagai Sunshine Protection Act ini telah mendapatkan dukungan signifikan di tingkat komite. Pada bulan Mei, Komite Energi dan Perdagangan DPR meloloskan RUU ini dengan suara 48-1, menunjukkan dukungan bipartisan yang kuat.

Sebelumnya, Senat AS telah secara bulat meloloskan RUU serupa pada Maret 2022, namun DPR tidak pernah mengambil tindakan tersebut karena adanya tentangan. Jika RUU ini lolos di DPR minggu depan, Senat perlu mempertimbangkannya kembali. RUU ini juga memberikan opsi bagi negara-negara bagian untuk tidak ikut serta (*opt out*).

Argumen Pro dan Kontra

Sample IUX Markets – In-articleAd

Para pendukung RUU ini berpendapat bahwa penghapusan perubahan jam dapat memberikan banyak manfaat. Mereka mengutip studi yang menunjukkan adanya gangguan tidur, peningkatan cedera di tempat kerja, dan lebih banyak kecelakaan mobil setelah perubahan jam. Selain itu, sore hari yang lebih terang di musim dingin diyakini dapat mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi.

Anggota DPR Frank Pallone, seorang Demokrat dari New Jersey, menyatakan bahwa DST permanen "lebih baik untuk keselamatan dan akan meningkatkan industri pariwisata New Jersey." Di sisi lain, penentang seperti Senator Tom Cotton, seorang Republikan dari Arkansas, khawatir hal ini akan menyebabkan matahari terbit sangat terlambat di musim dingin, memaksa anak-anak pergi ke sekolah dalam kegelapan.

Konteks Historis

Ini bukan pertama kalinya AS mencoba menerapkan DST sepanjang tahun. Selama Perang Dunia II, kebijakan ini diberlakukan dan kemudian diimplementasikan lagi pada tahun 1974 dalam upaya mengurangi penggunaan energi. Namun, kebijakan tersebut terbukti sangat tidak populer di kalangan masyarakat dan Kongres mencabutnya pada tahun yang sama.

Back to latest news

LATEST