Story

DPR AS Akan Voting untuk Jadikan Daylight Saving Time Permanen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 9, 20262 min read
DPR AS Akan Voting untuk Jadikan Daylight Saving Time Permanen
Text size
Background

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) dijadwalkan untuk melakukan pemungutan suara minggu depan mengenai sebuah rancangan undang-undang (RUU) untuk memberlakukan *daylight saving time* (DST) secara permanen. Langkah ini, jika disetujui, akan mengakhiri praktik penggantian jam dua kali setahun yang telah berlangsung puluhan tahun di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Detail RUU dan Dukungan Lintas Partai

RUU yang dikenal sebagai *Sunshine Protection Act* ini sebelumnya telah mendapat dukungan kuat di tingkat komite. Pada bulan Mei, Komite Energi dan Perdagangan DPR AS meloloskan RUU tersebut dengan suara 48-1, menunjukkan adanya dukungan lintas partai yang signifikan.

Langkah ini menyusul upaya serupa di kamar legislatif lainnya. Pada Maret 2022, Senat AS secara bulat menyetujui RUU untuk menjadikan DST permanen, namun RUU tersebut tidak pernah sampai ke tahap pemungutan suara di DPR AS karena adanya penolakan. Versi RUU yang akan dipertimbangkan DPR minggu depan ini akan memungkinkan negara-negara bagian untuk memilih tidak ikut serta (*opt out*).

Argumen Ekonomi dan Sosial

Para pendukung RUU ini berpendapat bahwa penghapusan pergantian jam akan membawa banyak manfaat. Mereka mengutip dampak positif sebagai berikut:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Mendorong aktivitas ekonomi: Sore hari yang lebih terang di musim dingin diyakini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan rekreasi seperti golf, sebagaimana dicatat oleh Perwakilan Frank Pallone.
  • Meningkatkan keamanan dan kesehatan: Pendukung mengklaim langkah ini dapat mengurangi gangguan tidur, cedera di tempat kerja, dan kecelakaan mobil yang sering dikaitkan dengan perubahan jam.

Namun, RUU ini juga menghadapi penolakan. Senator Tom Cotton, seorang Republikan dari Arkansas, menyuarakan keprihatinan bahwa DST permanen akan menyebabkan matahari terbit sangat terlambat di musim dingin. Hal ini dapat memaksa anak-anak untuk pergi ke sekolah dalam kegelapan, yang menimbulkan masalah keamanan.

Konteks Historis dan Prospek ke Depan

Praktik DST telah diterapkan di hampir seluruh AS sejak tahun 1960-an. AS pernah memberlakukan DST sepanjang tahun selama Perang Dunia II dan kembali melakukannya pada tahun 1974 untuk mengurangi penggunaan energi. Namun, kebijakan pada tahun 1974 tersebut terbukti sangat tidak populer dan Kongres mencabutnya di tahun yang sama.

Jika RUU ini lolos di DPR AS, RUU tersebut harus kembali dipertimbangkan oleh Senat. Meskipun Senat pernah meloloskannya dengan suara bulat, keberhasilannya kali ini tidak dijamin karena adanya tentangan yang masih ada dari beberapa senator. Investor akan mengamati perkembangan ini untuk potensi dampaknya pada sektor ritel dan pariwisata yang mungkin diuntungkan dari sore hari yang lebih panjang.

Back to latest news

LATEST