Story
Pengadilan Banding AS Hidupkan Kembali Ratusan Gugatan Terkait Tylenol dan Autisme

Sebuah pengadilan banding federal di Amerika Serikat telah menghidupkan kembali lebih dari 500 gugatan hukum perdata terhadap Kenvue, produsen Tylenol. Gugatan-gugatan ini menuduh adanya hubungan antara penggunaan obat pereda nyeri tersebut selama kehamilan dengan autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) pada anak.
Keputusan Pengadilan
Pengadilan Banding Sirkuit ke-2 AS di Manhattan pada hari Senin memutuskan bahwa hakim pengadilan distrik yang lebih rendah telah melakukan kesalahan. Kesalahan tersebut adalah mengecualikan kesaksian dari para saksi ahli yang diajukan oleh pihak penggugat, yang terdiri dari para orang tua dan wali.
Keputusan ini membatalkan putusan pada Desember 2024 oleh Hakim Distrik AS Denise Cote, yang sebelumnya menolak gugatan tersebut. Hakim Cote saat itu mengkritik metodologi yang digunakan oleh para ahli dari pihak penggugat, termasuk Dekan Harvard School of Public Health, Andrea Baccarelli. Peran saksi ahli sering kali menjadi kunci dalam litigasi tanggung jawab produk semacam ini.
Latar Belakang dan Posisi Perusahaan
Gugatan ini berpusat pada acetaminophen, bahan aktif dalam Tylenol. Para penggugat mengklaim penggunaannya selama kehamilan berkontribusi pada perkembangan autisme dan ADHD pada anak mereka. Namun, menurut sumber berita, belum ada bukti ilmiah yang kuat mengenai hubungan sebab-akibat tersebut.
AdKenvue, yang dipisahkan dari Johnson & Johnson pada tahun 2023, secara konsisten mempertahankan bahwa Tylenol aman. Sebagian besar dokter dan asosiasi medis menganggap acetaminophen sebagai pilihan utama untuk mengobati nyeri dan demam selama kehamilan. Johnson & Johnson, yang memproduksi Tylenol selama lebih dari 60 tahun, juga membela keamanan produk tersebut.
Dampak Terhadap Investor
Menyusul berita keputusan pengadilan banding, saham Kenvue (KVUE) diperdagangkan sedikit lebih rendah di bursa New York. Menurut laporan Reuters, saham perusahaan turun 10 sen menjadi $19,38 pada perdagangan pagi.
Keputusan ini membuka kembali ketidakpastian hukum bagi Kenvue, yang berpotensi menghadapi biaya litigasi yang signifikan dan kemungkinan pembayaran ganti rugi jika gugatan tersebut berhasil di kemudian hari. Investor akan memantau dengan cermat perkembangan kasus hukum gabungan (multi-district litigation) ini.