Story
Saham Inggris Menguat, Ditopang Sektor Tambang dan Energi

Summary
Indeks acuan Inggris ditutup naik 0,26% pada hari Selasa, didorong oleh kenaikan signifikan pada saham-saham di sektor pertambangan dan minyak seiring menguatnya harga komoditas.
Pasar saham Inggris berhasil mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan hari Selasa, didukung oleh kinerja solid dari sektor pertambangan dan energi. Indeks acuan Investing.com United Kingdom 100 ditutup menguat sebesar 0,26%.
Rincian Kinerja Pasar
Menurut data penutupan dari London Stock Exchange, sentimen pasar secara umum positif, dengan jumlah saham yang menguat melampaui yang melemah. Tercatat 948 saham mengalami kenaikan, dibandingkan dengan 742 saham yang turun, sementara 562 saham lainnya tidak menunjukkan perubahan harga.
Kenaikan indeks secara keseluruhan dipimpin oleh tiga sektor utama:
- Logam & Pertambangan Industri
- Sektor Elektrikal
- Produsen Minyak & Gas
Saham Penggerak Utama
AdSaham-saham di sektor sumber daya alam menjadi pendorong utama pasar. Di antara para penggerak teratas adalah Airtel Africa Plc (LON:AAF), yang melonjak 3,38%. Raksasa pertambangan Rio Tinto PLC (LON:RIO) juga menguat signifikan sebesar 3,30%, diikuti oleh Glencore PLC (LON:GLEN) yang naik 3,05%.
Di sisi lain, beberapa saham menekan laju indeks. Flutter Entertainment PLC (LON:FLTRF) menjadi saham dengan kinerja terburuk, anjlok 7,66%. Saham lainnya yang mengalami tekanan jual signifikan adalah Pearson PLC (LON:PSON) yang turun 6,75% dan Hikma Pharmaceuticals PLC (LON:HIK) yang melemah 4,09%.
Konteks Komoditas dan Valuta Asing
Penguatan saham-saham pertambangan dan energi sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas global. Harga Emas Berjangka untuk pengiriman Agustus naik 1,55% menjadi $4.067,80 per troy ounce. Sementara itu, minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus naik 1,66% ke level $79,44 per barel, dan minyak Brent kontrak September terapresiasi 2,33% menjadi $85,24 per barel.
Di pasar valuta asing, mata uang Pound Sterling (GBP/USD) terpantau menguat 0,22% terhadap Dolar AS di level 1,34. Pelemahan Dolar AS juga terlihat pada Indeks Dolar AS Berjangka yang turun 0,32% ke posisi 100,72, yang turut memberikan sentimen positif bagi aset-aset berdenominasi Pound.