Story
UBS Naikkan Target USD/SGD di Tengah Sikap Hawkish The Fed dan Pengetatan MAS

UBS telah merevisi naik target harga untuk pasangan mata uang dolar AS terhadap dolar Singapura (USD/SGD), merespons sikap *hawkish* Federal Reserve AS yang berkelanjutan dan langkah pengetatan kebijakan oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada bulan Juli.
Revisi Target Harga
Menurut UBS, penguatan dolar AS diperkirakan akan bertahan dalam jangka pendek karena The Fed mempertahankan sikap kebijakan moneternya yang ketat. Sejalan dengan pandangan ini, bank investasi tersebut memperbarui proyeksi nilai tukar USD/SGD untuk beberapa kuartal ke depan.
Target harga baru yang ditetapkan oleh UBS adalah sebagai berikut:
- September 2024: 1,28 (sebelumnya 1,26)
- Desember 2024: 1,28 (sebelumnya 1,25)
- Maret 2025: 1,27 (sebelumnya 1,25)
- Juni 2025: 1,26 (sebelumnya 1,24)
Analisis Kebijakan Moneter
AdLangkah MAS pada bulan Juli untuk sedikit mempercepat laju apresiasi *Nominal Effective Exchange Rate* (NEER) dolar Singapura turut menjadi dasar analisis UBS. Namun, bank tersebut mencatat bahwa dampak positif dari pengetatan ini terhadap SGD terbilang terbatas.
Hal ini disebabkan oleh posisi SGD NEER yang sebelumnya sudah diperdagangkan di dekat batas atas rentang kebijakannya. Akibatnya, ruang untuk penguatan lebih lanjut dari kebijakan tersebut menjadi lebih sempit, sementara kekuatan dolar AS secara luas menjadi faktor yang lebih dominan dalam jangka pendek.
Implikasi bagi Investor
Bagi investor yang memegang dolar AS, UBS menilai dolar Singapura tetap menjadi kandidat yang baik untuk diversifikasi mata uang. Hal ini didukung oleh stabilitas dan tren apresiasi yang didorong oleh kebijakan moneter MAS.
Sementara itu, untuk investor yang berbasis dolar Singapura, UBS menyarankan strategi untuk menjual risiko penurunan harga pada pasangan dolar Australia terhadap dolar Singapura (AUD/SGD) di level 0,895 atau lebih rendah. Strategi ini, menurut UBS, dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan imbal hasil tambahan (*yield pickup*).