Story
Trump Prediksi Perang Iran Berakhir Pasca-Pemilu Sela, Ancam Serang Situs Nuklir

Summary
Presiden AS Donald Trump memperkirakan perang dengan Iran akan berakhir setelah pemilu sela November, sambil melontarkan ancaman baru terhadap situs nuklir di tengah eskalasi serangan maritim yang membuat harga minyak Brent bertahan di atas $100 per barel.
Presiden AS Donald Trump menyatakan ekspektasinya bahwa perang dengan Iran akan berakhir setelah pemilihan sela AS pada bulan November. Pernyataan ini dikeluarkan bersamaan dengan ancaman baru untuk menyerang sebuah situs yang terkait dengan program nuklir Iran, menyusul gelombang serangan maritim terbesar antara kedua negara sejak konflik enam bulan ini dimulai.
Eskalasi Serangan dan Ancaman Baru
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah kedua pihak melancarkan serangan balasan. Menurut laporan Reuters, Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz pada hari Rabu, setelah Amerika Serikat menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran. Aksi saling balas ini meredupkan harapan akan berakhirnya permusuhan dalam waktu dekat.
Di tengah eskalasi ini, Trump kembali mengancam akan menyerang situs yang disebut "Pickaxe Mountain", sebuah fasilitas yang dibentengi dengan kuat dan menampung dua kompleks terowongan bawah tanah di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz. "Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya akan menyarankan Iran untuk tidak macam-macam karena kami harus memukul mereka dengan sangat keras," kata Trump dalam sebuah pidato, mengulangi ancaman yang telah ia lontarkan sejak pertengahan Juli.
Dampak Pasar dan Kalkulasi Politik
Konflik yang berlanjut telah memberikan tekanan signifikan pada pasar energi global. Harga minyak mentah Brent bertahan di atas $100 per barel karena rute pasokan utama melalui Selat Hormuz dan Laut Merah masih sangat terganggu. Data pelacakan kapal awal pada hari Kamis menunjukkan hanya tujuh kapal yang melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, setengah dari rata-rata 10 hari terakhir.
AdTrump menuduh Teheran mencoba memengaruhi hasil pemilu sela AS, yang akan menentukan apakah Partai Republik dapat mempertahankan kendali Kongres. "Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilu karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi," ujarnya kepada wartawan. Namun, The Wall Street Journal melaporkan bahwa para penasihat utama Gedung Putih secara pribadi telah memperingatkan Trump bahwa konflik tersebut dapat berlanjut hingga akhir masa jabatannya pada Januari 2029, meskipun Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut.
Perluasan Konflik Regional
Selain konfrontasi langsung AS-Iran, pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman juga meningkat dalam beberapa hari terakhir. Konflik di front kedua ini menambah ancaman terhadap pasokan energi global dari Timur Tengah.
Koalisi pimpinan Arab Saudi pada hari Selasa melaporkan bahwa sedikitnya 73 orang terluka di empat kota di selatan Saudi, termasuk Khamis Mushait, akibat serangan Houthi baru-baru ini. Kelompok tersebut mengklaim telah menargetkan pangkalan udara di Khamis Mushait dan infrastruktur minyak di kota-kota terdekat.