Story

Trump: Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir, Pembicaraan Tetap Berlanjut

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Trump: Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir, Pembicaraan Tetap Berlanjut

Summary

Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir di tengah eskalasi konflik, meskipun kedua negara sepakat melanjutkan pembicaraan. Ketegangan baru ini telah mendorong harga minyak global mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam delapan minggu.

Text size
Background

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik, namun ia secara tegas menyatakan bahwa gencatan senjata yang dicapai bulan lalu telah berakhir. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi permusuhan di Teluk yang telah memicu kenaikan harga minyak mentah global.

Eskalasi Konflik dan Akhir Gencatan Senjata

Pernyataan Trump di platform Truth Social miliknya mengakhiri satu minggu yang relatif tenang setelah konflik kembali memanas. Pekan ini, tiga kapal tanker komersial Qatar dan Arab Saudi dilaporkan mendapat serangan, yang memicu serangan balasan AS ke situs-situs Iran, dan kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke fasilitas militer AS di negara-negara Teluk.

"Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan 'pembicaraan'. Kami telah setuju untuk melakukannya, tetapi Amerika Serikat telah menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa Gencatan Senjata TELAH BERAKHIR!" tulis Trump. Namun, Iran membantah interpretasi Trump, dengan menyatakan melalui televisi pemerintah bahwa mereka tidak meminta pembicaraan tetapi setuju untuk menjadi tuan rumah bagi seorang mediator dari Qatar.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, serangan AS di enam kota di Iran pada hari Rabu dan Kamis telah menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 115 lainnya. Meskipun demikian, pejabat AS yang dikutip oleh Reuters menyebutkan bahwa percakapan antara kedua negara tetap produktif dalam beberapa hari terakhir.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Fokus pada Selat Hormuz dan Dampak Pasar

Ketegangan terbaru ini kembali menyorot Selat Hormuz, jalur air strategis yang sebelum perang dilalui oleh sekitar seperlima dari pasokan minyak global. Amerika Serikat menuntut Iran secara terbuka menyatakan akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di selat tersebut dan menjamin semua jalur akan terbuka tanpa pungutan.

Upaya diplomatik terus berjalan, dengan mediator Qatar dilaporkan bertemu dengan para pejabat di Iran. Selain itu, kantor berita ISNA melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi akan mengunjungi Oman untuk membahas pengaturan jalur aman bagi kapal-kapal.

Bagi pasar keuangan, dampak dari ketidakpastian ini sangat terasa. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi mendorong harga minyak mentah mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam delapan minggu terakhir. Hal ini menjadi isu politik yang sensitif bagi Trump, terutama menjelang pemilihan sela Kongres pada bulan November.

Back to latest news

LATEST