Story

Pemerintahan Trump Usulkan Hapus Masa Tenggang 60 Hari bagi Pemegang Visa H-1B

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 10, 20262 min read
Pemerintahan Trump Usulkan Hapus Masa Tenggang 60 Hari bagi Pemegang Visa H-1B
Text size
Background

Pemerintahan Trump telah mengusulkan penghapusan masa tenggang 60 hari yang memungkinkan imigran tertentu, termasuk pekerja terampil pemegang visa H-1B, untuk tetap berada di Amerika Serikat guna mencari sponsor baru setelah kehilangan pekerjaan. Usulan perubahan aturan ini, yang dipublikasikan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS di Federal Register, mengharuskan pekerja asing untuk segera meninggalkan negara tersebut setelah kontrak kerja mereka berakhir.

Detail Usulan dan Implikasinya

Berdasarkan aturan yang berlaku sejak 2017, masa tenggang 60 hari memberikan waktu bagi pekerja asing untuk mencari pekerjaan baru di AS atau menyelesaikan urusan pribadi mereka, seperti menjual rumah atau memindahkan anak dari sekolah, sebelum meninggalkan negara itu. Jika usulan baru ini diterapkan, pekerja dengan visa H-1B dan beberapa visa kerja sementara lainnya harus segera keluar dari AS begitu pekerjaan mereka berakhir.

Menurut DHS, meskipun perubahan ini dapat menyebabkan beberapa disrupsi bagi perusahaan, posisi yang ditinggalkan dapat diisi oleh pekerja Amerika. DHS menyatakan, "DHS berasumsi bahwa mereka akan menawarkan pekerjaan yang sama kepada pekerja AS yang sama-sama berkualitas atau melalui proses petisi I-129 tergantung pada kebutuhan tenaga kerja mereka."

Dampak bagi Sektor Teknologi dan Pekerja Asing

Langkah ini berpotensi menjadi pukulan telak bagi perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka di AS yang sangat bergantung pada pekerja asing, terutama dari India dan Tiongkok, untuk mengisi peran-peran yang kekurangan pekerja AS yang berkualitas. Perusahaan konsultan seperti Deloitte, PwC, dan Ernst & Young, serta raksasa alih daya seperti Tata Consultancy Services, Infosys, HCL Tech, dan LTIMindtree adalah beberapa sponsor utama visa H-1B.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Para pengacara dari Berardi Immigration Law menyatakan bahwa langkah ini akan "memperpendek secara tajam linimasa yang dimiliki tim SDM untuk mengelola PHK dan proses *offboarding* bagi karyawan asing." Selain visa H-1B, perubahan ini juga akan berdampak pada pemegang visa berikut:

  • E-1 (pedagang internasional)
  • E-2 (operator kendaraan komersial)
  • L-1 (eksekutif atau manajer perusahaan internasional)
  • O-1 (individu dengan kemampuan luar biasa)
  • TN (pekerja profesional dari Kanada/Meksiko)
  • H-1B1 (pekerja terampil dari Singapura dan Chili)
  • E-3 (pekerja khusus dari Australia)

Konteks dan Langkah Selanjutnya

Usulan ini merupakan langkah terbaru dari Presiden Donald Trump untuk membatasi migrasi legal sejak kembali menjabat. Kebijakan lain yang telah diperkenalkan termasuk biaya visa yang lebih tinggi untuk pekerja terampil dan penangguhan janji temu visa imigran di seluruh perwakilan AS.

Peraturan yang diusulkan ini tunduk pada periode komentar publik selama dua bulan sebelum dapat disahkan menjadi undang-undang. Hal ini memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan dan kelompok advokasi, untuk memberikan masukan mereka.

Back to latest news

LATEST