Story

Imbal Hasil Treasury AS Melonjak di Akhir Juli di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed yang Tidak Pasti

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 5, 20262 min read
Imbal Hasil Treasury AS Melonjak di Akhir Juli di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed yang Tidak Pasti
Text size
Background

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melanjutkan kenaikannya pada hari Jumat, menutup bulan Juli yang penuh gejolak di mana eskalasi konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian kebijakan Federal Reserve mendorong biaya pinjaman jangka panjang ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Imbal hasil obligasi acuan Treasury 10-tahun naik menjadi 4,69%, sementara imbal hasil obligasi 30-tahun mencapai 5,219%, mendekati level tertinggi dalam 19 tahun. Imbal hasil obligasi 2-tahun yang sensitif terhadap suku bunga juga naik tipis ke level 2,799%.

Pemicu Utama Kenaikan Imbal Hasil

Investor di pasar pendapatan tetap menghadapi tekanan dari dua sisi sepanjang bulan Juli. Pertama, eskalasi konflik di Timur Tengah, yang melibatkan serangan udara AS-Saudi di Irak dan serangan balasan dari Iran, telah menyebabkan lonjakan tajam harga minyak mentah. Hal ini memicu kembali kekhawatiran akan gelombang inflasi kedua, sehingga mengikis permintaan untuk obligasi dengan kupon tetap.

Kecemasan pasar semakin diperparah setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed pada hari Rabu. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, tiga pejabat bank sentral menyatakan perbedaan pendapat dan mendukung kenaikan suku bunga segera. Konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, menambah kebingungan pasar karena ia meninggalkan panduan ke depan (forward guidance) tradisional sambil tetap menegaskan komitmen untuk menekan inflasi, membuat para pedagang tidak memiliki kejelasan arah kebijakan suku bunga menjelang bulan September.

Data Ekonomi dan Tekanan Pasokan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di tengah ketidakpastian kebijakan, investor juga mencerna data ekonomi makro yang beragam. Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Juni tercatat lebih rendah dari ekspektasi. Namun, inflasi inti masih bertahan di atas target 2% The Fed.

Selain itu, tekanan dari sisi pasokan obligasi akibat pelebaran defisit fiskal AS terus berlanjut. Kondisi ini membuat para pelaku pasar menuntut imbal hasil yang lebih tinggi sebagai kompensasi untuk memegang obligasi pemerintah jangka panjang.

Kondisi di Pasar Obligasi Eropa

Di seberang Atlantik, pasar obligasi Eropa sedikit stabil. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) 10-tahun turun tipis menjadi 3,15%, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam beberapa minggu. Kenaikan imbal hasil Bund Jerman secara kumulatif selama bulan Juli mencapai sekitar 30 basis poin.

Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan zona euro naik menjadi 2,9% pada bulan Juli dari 2,8% pada bulan Juni, didorong oleh kenaikan harga energi. Angka ini, bersama dengan inflasi inti yang juga meningkat, mendukung argumen bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang hati-hati dan cenderung ketat.

Back to latest news

LATEST