Story
Tailored Brands Ungkap Kenaikan Pendapatan dalam Pengajuan IPO di AS

Peritel fesyen Tailored Brands pada hari Jumat mengungkapkan kenaikan pendapatan kuartalan dalam dokumen pengajuan penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat. Perusahaan yang berbasis di Houston, Texas ini tengah berupaya kembali ke pasar publik setelah restrukturisasi pasca-kebangkrutan pada tahun 2020.
Kinerja Keuangan
Berdasarkan dokumen yang diajukan, perusahaan membukukan pendapatan sebesar $681,8 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 2 Mei. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan $644,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba bersih perusahaan mengalami penurunan menjadi $44,9 juta dari sebelumnya $50,7 juta setahun yang lalu. Jumlah saham yang akan ditawarkan dan rentang harga untuk IPO yang diusulkan belum ditentukan.
Detail Penawaran dan Latar Belakang
AdTailored Brands, yang mengoperasikan merek seperti Men's Wearhouse dan Jos. A. Bank, berencana untuk mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan simbol "MENW". Dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk membayar utang dan tujuan umum perusahaan, termasuk modal kerja dan belanja modal.
Langkah ini menandai kebangkitan signifikan bagi perusahaan yang sempat mengajukan kebangkrutan pada tahun 2020 akibat dampak krisis virus corona. Setelah kebangkrutan, hedge fund Silver Point Capital menjadi pemegang saham pengendali dan akan tetap memegang kendali setelah IPO. Penjamin emisi untuk penawaran ini termasuk Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Jefferies.
Konteks Pasar
Pengajuan IPO ini datang di tengah pasar IPO AS yang lebih kuat, didukung oleh penguatan pasar ekuitas, valuasi yang membaik, dan permintaan modal terkait kecerdasan buatan (AI). Aktivitas IPO di sektor konsumen secara umum juga meningkat setelah sempat tertekan oleh tarif pada tahun sebelumnya. Sebagai contoh, peritel pakaian wanita Reformation juga telah mengajukan IPO bulan lalu.