Story
Hedge Fund Stock-Picking dan Multi-Manager Tarik Minat Investor pada 2026, Menurut BofA

Summary
Menurut laporan Bank of America, hedge fund yang berfokus pada pemilihan saham dan platform multi-manager menarik aliran modal yang kuat dari investor pada 2026. Hal ini didorong oleh kinerja semester pertama yang solid dan pergeseran sentimen di antara para alokator aset.
Manajer *hedge fund* berhasil mengumpulkan modal lebih dari yang direncanakan pada awal tahun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, menandakan pergeseran sentimen investor yang signifikan. Menurut sebuah laporan internal dari Bank of America, *hedge fund* diproyeksikan menjadi kelas aset paling populer untuk sisa tahun 2026.
Laporan tersebut, yang didasarkan pada survei terhadap 321 alokator aset, mengindikasikan bahwa kinerja yang kuat pada paruh pertama tahun ini, sebagian didorong oleh ledakan kecerdasan buatan (AI), telah mendorong investor untuk mengalokasikan lebih banyak modal ke manajer investasi terbesar.
Strategi Ekuitas Mendominasi Permintaan
Permintaan alokator tercatat paling tinggi untuk strategi ekuitas dan platform *multi-manager* di dalam lanskap *hedge fund* tahun ini. Survei oleh grup strategi modal pasar global Bank of America tersebut juga menemukan bahwa sektor teknologi, media, dan telekomunikasi (TMT), serta layanan kesehatan dan energi, terus menjadi yang paling populer di kalangan investor.
Lembaga seperti dana pensiun, *funds of funds*, dan bank swasta berencana untuk meningkatkan investasi mereka di *hedge fund* tahun ini. Vanessa Bogaardt, kepala global grup strategi modal di Bank of America, mencatat tren yang tidak biasa. "Kami melihat minat yang kuat (dari alokator) pada manajer yang berinvestasi secara global," katanya, seraya menambahkan bahwa 60% investor (*limited partners*) memilih manajer dana baru dibandingkan manajer yang lebih berpengalaman.
AdKinerja Solid dan Sentimen Berbeda
Kenaikan alokasi ini sejalan dengan kinerja industri yang solid. Bank of America menyatakan bahwa *hedge fund* mencatatkan kinerja paruh pertama terbaiknya sejak 2010. Hingga Juli, *hedge fund* secara rata-rata naik 5,5%, meskipun aksi jual pada saham-saham AI sempat menekan imbal hasil.
Sentimen positif ini kontras dengan pandangan yang kurang optimistis terhadap dana kredit swasta (*private credit*). Investor menunjukkan kehati-hatian yang lebih besar terhadap kelas aset ini karena kekhawatiran atas valuasi yang tidak transparan, tekanan penarikan dana di beberapa reksa dana non-perdagangan, dan eksposur terhadap industri perangkat lunak yang terdisrupsi oleh AI.