Story
Saham SpaceX Anjlok Akibat Berakhirnya Periode Lock-Up IPO

Saham Space Exploration Technologies Corp (SPCX) anjlok 4,6% menjadi $146,45 dalam perdagangan tengah hari, tertekan oleh berakhirnya periode larangan penjualan (lock-up) pasca-IPO tahap ketiga. Perkembangan ini memungkinkan hingga 319 juta saham tambahan milik pihak internal untuk dijual di pasar terbuka, memicu kekhawatiran investor akan lonjakan pasokan saham secara tiba-tiba.
Tekanan dari Berakhirnya Periode Lock-Up
Berakhirnya periode lock-up ini merupakan bagian dari jadwal pembukaan bertahap yang terkait dengan IPO perusahaan pada Juni 2026. Tahapan 90 hari ini menjadi faktor utama yang menekan harga saham, setelah sebelumnya dibuka pada harga $152. Prospek masuknya sejumlah besar saham ke pasar menciptakan tekanan jual yang signifikan.
Faktor ini diperparah oleh sentimen pasar yang lebih luas. Indeks utama AS seperti S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq Composite masing-masing turun antara 0,5% hingga 0,8%, yang mencerminkan sentimen penghindaran risiko (risk-off) dan menambah tekanan pada saham SPCX.
Sentimen Analis yang Bervariasi
Menambah sentimen negatif, analis Wells Fargo, Ken Gawrelski, memangkas target harga 12 bulannya untuk SPCX menjadi $212 dari $215, meskipun mempertahankan peringkat "Overweight". Menurut Investing.com, revisi moderat yang dirilis tepat sebelum berakhirnya periode lock-up ini memperkuat ketidakpastian jangka pendek.
AdDi sisi lain, Pivotal Research memulai cakupan saham dengan peringkat "Buy" dan target harga $220. Tesis investasi mereka berpusat pada keberhasilan penggunaan kembali roket Starship hingga 20-50 kali penerbangan per unit. Namun, sentimen positif ini tidak cukup kuat untuk menahan tekanan jual yang didorong oleh berakhirnya periode lock-up.
Potensi Katalis di Masa Depan
Sebuah katalis struktural yang signifikan mungkin akan segera tiba. Morgan Stanley memperkirakan bahwa penyeimbangan kembali (rebalancing) kuartalan indeks Nasdaq-100 yang akan datang dapat mendorong pembelian bersih pasif sekitar $15,5 miliar ke saham SPCX. Hal ini disebabkan oleh proyeksi bobot saham perusahaan di dalam indeks yang diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat.
Hasil rebalancing ini diharapkan akan diumumkan pada akhir pekan ini dan mulai efektif pada 21 September. Meskipun saham SPCX masih berada jauh di atas level terendah 52 minggunya di $104,83, peristiwa berakhirnya lock-up terus menjadi penghambat sentimen investor secara berkala.