Story

Harga Kedelai Anjlok Akibat Aksi Ambil Untung dan Penurunan Harga Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 27, 20261 min read
Harga Kedelai Anjlok Akibat Aksi Ambil Untung dan Penurunan Harga Minyak

Summary

Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade turun tajam pada hari Senin, tertekan oleh aksi ambil untung investor setelah mencapai level tertinggi dua tahun dan anjloknya harga minyak mentah.

Text size
Background

Harga kedelai berjangka anjlok pada perdagangan hari Senin, tertekan oleh aksi ambil untung oleh para pedagang dan penurunan tajam pada harga minyak mentah. Koreksi ini terjadi setelah harga komoditas tersebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada sesi perdagangan hari Jumat.

Rincian Pergerakan Harga

Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai turun antara 31 hingga 34 sen per gantang (bushel). Menurut data perdagangan, kontrak kedelai untuk pengiriman November tercatat turun 33-1/4 sen dan menetap di harga $12,20-1/4 per gantang.

Penurunan signifikan ini menandai pembalikan arah setelah tren kenaikan yang kuat. Investor memilih untuk merealisasikan keuntungan setelah harga mencapai puncak multi-tahunan, sebuah sentimen yang umum terjadi di pasar komoditas setelah reli yang cepat.

Faktor Eksternal Menekan Harga

Salah satu pemicu utama pelemahan harga kedelai adalah anjloknya harga minyak mentah. Harga minyak dilaporkan turun sebesar 7% setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara serangan selama akhir pekan, meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya mendorong harga energi.

Penurunan harga minyak mentah sering kali memberikan tekanan pada pasar komoditas pertanian, termasuk kedelai, karena hubungannya dengan produksi biofuel dan biaya energi secara keseluruhan dalam rantai pasokan pertanian.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Permintaan Ekspor Tetap Solid

Di tengah tekanan jual, fundamental permintaan ekspor kedelai AS menunjukkan kekuatan yang dapat menjadi penopang harga. Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan penjualan ekspor baru dalam sistem pelaporan hariannya.

Berdasarkan laporan USDA, eksportir AS menjual komoditas berikut:

  • 132.000 metrik ton kedelai ke Tiongkok.
  • 126.000 metrik ton kedelai ke tujuan yang tidak diungkapkan (*unknown destinations*).

Data ini mengindikasikan bahwa permintaan global, terutama dari Tiongkok, tetap kuat, yang dapat membatasi potensi penurunan harga lebih lanjut dalam jangka menengah.

Back to latest news

LATEST