Story

Saham Raiffeisen Bank Anjlok Dihantam Laporan Short Seller Terkait Sanksi Rusia

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 17, 20262 min read
Saham Raiffeisen Bank Anjlok Dihantam Laporan Short Seller Terkait Sanksi Rusia

Summary

Saham Raiffeisen Bank International anjlok setelah firma short-seller Grizzly Research menuduhnya memfasilitasi perdagangan Rusia yang melanggar sanksi. Pihak bank dengan tegas menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya menyesatkan.

Text size
Background

Saham Raiffeisen Bank International (RBI) anjlok pada hari Kamis setelah firma *short-seller* Grizzly Research merilis laporan yang menuduh bank Austria tersebut menjadi saluran bagi perdagangan Rusia senilai lebih dari $1 miliar yang menghindari sanksi Barat. Pihak bank dengan tegas menolak tuduhan tersebut, menyebutnya menyesatkan dan mengandung kesalahan faktual.

Tuduhan dan Bantahan

Dalam laporannya, Grizzly Research mengklaim bahwa Raiffeisen telah menjadi kanal utama untuk melewati sanksi Barat terhadap Rusia. Tuduhan ini mencakup fasilitasi perdagangan yang melibatkan beberapa barang yang digunakan dalam persenjataan Rusia. Firma tersebut juga secara terbuka menyatakan bahwa mereka memegang posisi *short* (posisi jual) pada saham RBI, yang berarti mereka akan mendapat keuntungan jika harga saham bank tersebut turun.

Menanggapi hal ini, Raiffeisen menyatakan pihaknya menolak tuduhan tersebut. Bank tersebut menegaskan bahwa mereka mematuhi sistem kepatuhan yang ketat, yang telah melalui berbagai tinjauan. Penurunan harga saham yang tajam terjadi segera setelah laporan tersebut dipublikasikan.

Konteks Bisnis di Rusia

Anak perusahaan Raiffeisen di Rusia merupakan pemberi pinjaman terbesar di negara itu yang tidak dikenai sanksi, menjadikannya pemain penting untuk pembayaran perdagangan, termasuk ekspor gas ke Eropa. Sebagian besar bank Rusia lainnya telah terisolasi dari sistem keuangan global akibat sanksi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selama bertahun-tahun, RBI telah berupaya untuk keluar dari pasar Rusia melalui berbagai upaya penjualan yang gagal. Meskipun telah mengurangi operasinya secara signifikan, bank tersebut belum sepenuhnya menutup bisnisnya di sana. Situasi ini menempatkan bank dalam posisi yang sulit secara geopolitik dan finansial.

Tekanan Regulator dan Dilema Keuntungan

Posisi Raiffeisen di Rusia telah menarik perhatian regulator internasional. Pada tahun 2024, otoritas Amerika Serikat telah memperingatkan RBI bahwa mereka berisiko kehilangan akses ke sistem dolar AS karena hubungannya dengan Rusia, meskipun ancaman tersebut tidak dieksekusi.

Ironisnya, bisnis di Rusia menjadi lebih menguntungkan bagi bank tersebut setelah perang Ukraina dimulai. Namun, Moskow telah memblokir repatriasi keuntungan senilai miliaran euro. Pejabat Rusia juga menentang penjualan unit bisnis Raiffeisen di sana, karena berupaya untuk mempertahankan hubungan ekonomi yang tersisa dengan Eropa.

Back to latest news

LATEST