Story

Poundsterling Stabil Pasca Data PDB Inggris, Dolar Menguat Jelang Rilis Inflasi AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20262 min read
Poundsterling Stabil Pasca Data PDB Inggris, Dolar Menguat Jelang Rilis Inflasi AS

Summary

Poundsterling bergerak tipis meskipun data PDB Inggris melampaui ekspektasi, karena investor mengalihkan fokus pada data inflasi AS yang dapat memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.

Text size
Background

Poundsterling diperdagangkan relatif stabil pada hari Jumat, dengan sedikit reaksi terhadap data pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih kuat dari perkiraan. Fokus pasar saat ini tertuju pada penguatan dolar AS menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat, yang dipandang sebagai faktor penentu bagi kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan depan.

Menurut data pasar, pasangan mata uang GBP/USD berada di level 1,3504, turun tipis 0,06%. Sementara itu, EUR/USD melemah 0,09% ke posisi 1,1599 seiring investor mengambil posisi untuk mengantisipasi data ekonomi AS yang krusial tersebut.

PDB Inggris Melampaui Ekspektasi

Ekonomi Inggris menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar 0,4% pada bulan Juli. Angka ini melampaui ekspektasi dan merupakan percepatan dari pertumbuhan 0,3% pada bulan Juni. Data menunjukkan sekitar setengah dari kenaikan tersebut disumbang oleh sektor teknologi informasi (TI), yang menurut analis ING kemungkinan didorong oleh investasi terkait kecerdasan buatan (AI).

Namun, data ekonomi domestik yang positif ini tidak banyak mengangkat Sterling. Menurut Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING, ketahanan poundsterling saat ini tidak sepenuhnya didorong oleh fundamental Inggris. Sebaliknya, pergerakannya lebih mencerminkan korelasi yang lebih tinggi (beta) terhadap imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasuries).

Fokus Beralih ke Inflasi dan The Fed

Sample IUX Markets – In-articleAd

Investor kini menantikan data CPI AS untuk bulan Agustus, dengan konsensus pasar memperkirakan kenaikan 0,4% secara bulanan untuk inflasi utama dan 0,2% untuk inflasi inti. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi keputusan suku bunga Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya.

Pasar saat ini telah memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 18 basis poin untuk pertemuan FOMC pekan depan. Para pejabat The Fed sendiri memberikan sinyal yang beragam; Ketua Fed Kevin Warsh memasang standar tinggi bagi data untuk mengubah ekspektasi kenaikan, sementara Gubernur Christopher Waller menunjukkan nada yang lebih *dovish*, menyatakan kenaikan mungkin tidak diperlukan jika inflasi terus membaik.

Prospek Bank Sentral Lainnya

Di Inggris, Bank of America (BofA) memperkirakan Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga di level 3,75% dalam pertemuan mendatang dengan hasil pemungutan suara 6-3. BofA berpendapat bahwa ekspektasi pasar untuk hampir empat kali kenaikan suku bunga hingga tahun depan adalah berlebihan.

Sementara itu, euro mendapat sedikit dukungan dari sikap *hawkish* Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis. Presiden ECB Christine Lagarde mengisyaratkan pengetatan lebih lanjut dan menaikkan proyeksi inflasi tahun 2028 menjadi 2,1% untuk inflasi utama dan 2,3% untuk inflasi inti.

Back to latest news

LATEST