Story
Poundsterling Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Data Inflasi Inggris

Summary
Poundsterling melemah terhadap dolar AS karena pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang hampir pasti, sementara data inflasi Inggris yang sedikit meningkat dinilai tidak cukup untuk mendorong Bank of England menjadi lebih hawkish.
Poundsterling diperdagangkan lebih rendah terhadap dolar AS pada hari Rabu, terbebani oleh ekspektasi pasar yang kuat akan kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve AS. Rilis data inflasi Inggris yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya juga menambah sentimen negatif bagi mata uang tersebut.
Menurut data pasar, pasangan mata uang GBP/USD turun 0,036% ke level 1,3474. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan dolar AS secara luas menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed.
Kenaikan Suku Bunga The Fed Hampir Pasti
Pasar keuangan secara luas telah memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 4% dalam pengumuman yang akan datang. Fokus investor kini beralih ke konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dipandang sebagai faktor penentu utama untuk pergerakan dolar selanjutnya.
"Setiap keterbukaan untuk pengetatan lebih lanjut dapat mendukung dolar dengan memperkuat kredibilitas kebijakan," kata Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING. Pesole menambahkan bahwa harga minyak yang tinggi dan sentimen yang lebih lemah pada saham teknologi membuat investor enggan untuk membangun posisi jual dolar yang baru.
Data Inflasi Inggris Gagal Mengangkat Pound
Di Inggris, data resmi menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) utama meningkat menjadi 3,1% secara tahunan pada bulan Agustus, naik dari 2,9% pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh lonjakan biaya bahan bakar.
AdNamun, para analis menilai data ini tidak akan mengubah sikap Bank of England (BoE).
- Inflasi makanan tercatat lunak di level 1,1% secara tahunan.
- Inflasi jasa inti tetap terkendali di angka 3,4%.
"Tidak ada dalam data hari ini yang menunjukkan bahwa Bank of England perlu menjadi lebih hawkish," kata seorang analis yang dikutip dalam laporan tersebut. ING memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunganya hingga tahun 2027, kecuali jika terjadi lonjakan harga energi yang berkelanjutan yang mendorong inflasi di atas ambang batas 4%.
Implikasi bagi Investor
Divergensi kebijakan moneter antara The Fed yang diperkirakan akan tetap hawkish dan BoE yang cenderung menahan diri menjadi pendorong utama pelemahan pound. ING menyoroti potensi penguatan EUR/GBP, menargetkan pergerakan di atas 0,860 dalam beberapa hari mendatang karena para pejabat BoE yang dovish dapat menggunakan data inflasi inti yang jinak sebagai alasan untuk tidak mengikuti ekspektasi pasar yang lebih agresif.