Story
Poundsterling Stabil, Namun Dolar AS Mendominasi di Tengah Ekspektasi Pengetatan The Fed

Poundsterling diperdagangkan sedikit lebih tinggi terhadap dolar pada hari Jumat, namun pergerakan pasar secara umum didominasi oleh penguatan Dolar AS. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar akan pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS di tengah tingginya harga energi.
Dominasi Dolar AS
Menurut Chris Turner, Global Head of Markets di ING, Dolar AS terus menunjukkan kinerja yang baik karena harga energi yang tinggi meningkatkan ekspektasi akan respons dari bank sentral. Ia menambahkan bahwa Indeks Dolar (DXY) mendekati level tertinggi Juni di 101,80.
Pasar saat ini telah menyesuaikan kembali ekspektasinya, yang tercermin dari kenaikan suku bunga swap riil USD dua tahun sebesar 30 basis poin sejak pertemuan FOMC Juni. Meskipun The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, sinyal untuk "mengembalikan kredibilitas" dalam menangani inflasi telah mendorong permintaan dolar. Investor juga terlihat mempertahankan posisi beli dolar menjelang akhir pekan di tengah laporan ketegangan geopolitik.
Ketahanan Poundsterling Didukung Data Domestik
Di tengah dominasi dolar, poundsterling menunjukkan ketahanan. Pasangan mata uang GBP/USD terakhir kali naik tipis 0,08% ke level 1,3325. Kinerja ini sebagian didukung oleh rilis data ekonomi domestik yang lebih baik dari perkiraan.
AdData resmi menunjukkan penjualan ritel Inggris naik 1,0% pada bulan Juni, berbanding terbalik dengan perkiraan analis untuk penurunan 0,3%. Kenaikan ini didorong oleh pembelian selama cuaca panas yang memecahkan rekor. Selain itu, sentimen konsumen Inggris juga membaik menurut survei GfK, yang sebagian dikaitkan dengan harapan terhadap kebijakan pemerintah baru untuk mengatasi biaya hidup.
Prospek Pasar Valuta Asing
Sementara itu, euro tetap berada di bawah tekanan. Pasangan EUR/USD stabil di 1,1377, terbebani oleh melebarnya perbedaan suku bunga riil dengan AS. Menurut ING, kebijakan European Central Bank (ECB) yang menahan suku bunga dengan nada hawkish minggu ini memberikan sedikit dukungan.
Analis di ING memperkirakan bahwa selama harga energi terus memicu ekspektasi pengetatan The Fed, pasangan EUR/USD dapat terus tertekan menuju level terendah 1,13. Prospek ini hanya akan berubah jika harga energi "turun tajam dalam waktu dekat," yang akan mengurangi tekanan pada The Fed dan ECB untuk menaikkan suku bunga.