Story
Poundsterling Melemah Meski Dolar AS Tertekan Secara Luas

Poundsterling melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari Kamis, sebuah pergerakan yang kontras dengan tren pelemahan dolar secara umum terhadap mata uang utama lainnya. Pelemahan ini lebih dipandang sebagai jeda teknis dalam reli *short-covering* sterling baru-baru ini, daripada pembalikan tren yang didorong oleh fundamental.
Pada pukul 12:03 GMT, pasangan mata uang GBP/USD turun 0,21% ke level 1,3509. Sementara itu, EUR/USD diperdagangkan relatif datar di 1,1470, menyoroti dinamika unik yang memengaruhi pound.
Dolar Tertekan Data Inflasi AS
Dolar AS berada di bawah tekanan setelah data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve mendekati akhir dari siklus pengetatan moneternya. Data harga produsen (PPI) AS menunjukkan penurunan 0,3% secara bulanan, sementara inflasi inti naik tipis 0,2%.
"Dolar tetap di bawah tekanan, dengan volatilitas valas kembali menurun setelah kenaikan singkat di awal pekan ini," kata Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING. Meskipun demikian, beberapa pejabat The Fed, termasuk Gubernur Chris Waller, memperingatkan pasar agar tidak terlalu bereaksi terhadap satu laporan inflasi saja, dan menekankan perlunya tren disinflasi yang berkelanjutan selama beberapa bulan.
Reli Sterling Didorong Penyesuaian Posisi
AdAnalis mencatat bahwa kenaikan sterling baru-baru ini bukanlah cerminan dari kekuatan ekonomi Inggris, melainkan lebih didorong oleh faktor teknis. Chris Turner dari ING menyatakan bahwa pergerakan tersebut "lebih merupakan fungsi dari penyesuaian posisi daripada penilaian ulang besar-besaran terhadap prospek ekonomi Inggris."
Menurut Turner, para spekulan baru-baru ini memegang posisi jual (*short*) sterling terbesar sejak 2017. Reli yang terjadi adalah hasil dari para pedagang yang menutup posisi ini (*short-covering*), yang secara teknis mendorong harga naik. Ruang untuk *short-covering* lebih lanjut masih ada menjelang rilis data inflasi dan ketenagakerjaan Inggris minggu depan.
Prospek Pasar dan Pandangan Analis
Ke depan, dinamika pasar akan terus dipengaruhi oleh data ekonomi dan kebijakan bank sentral. ING memproyeksikan bahwa GBP/USD berpotensi menguji level 1,3600/3650, sementara EUR/GBP bisa menembus ke 0,8400.
Namun, Turner memperkirakan bahwa fokus pasar pada akhirnya akan kembali ke fundamental makroekonomi Inggris dan kebijakan Bank of England. Ia memprediksi EUR/GBP pada akhirnya dapat menguji kembali level 0,8600/8610 setelah arus penyesuaian posisi mereda, yang ia sebut sebagai "cerita untuk akhir bulan ini."