Story

Portugal Minta Air France-KLM dan Lufthansa Perbaiki Tawaran Akuisisi Saham TAP

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 4, 20261 min read
Portugal Minta Air France-KLM dan Lufthansa Perbaiki Tawaran Akuisisi Saham TAP
Text size
Background

Pemerintah Portugal telah meminta Air France-KLM dan Lufthansa untuk memperbaiki penawaran mereka dalam proses akuisisi saham minoritas di maskapai penerbangan nasional TAP. Keputusan ini memulai babak negosiasi final setelah pemerintah menilai kedua penawaran awal dari raksasa penerbangan Eropa tersebut terlalu serupa untuk menentukan pemenang.

Babak Negosiasi Final Dimulai

Menteri Kabinet Antonio Leitao Amaro mengumumkan pada hari Jumat bahwa setelah evaluasi oleh induk usaha negara Parpublica, pemerintah memutuskan untuk tidak memilih salah satu penawar. Menurutnya, meskipun kedua penawaran yang mengikat tersebut berbeda dalam konten, secara keseluruhan dinilai memiliki nilai yang sangat mirip.

"Pemerintah memutuskan untuk meluncurkan babak negosiasi final yang akan berlangsung selama beberapa minggu," kata Leitao Amaro. Selama periode ini, pemerintah mengharapkan kedua calon pembeli untuk meningkatkan nilai dan syarat dalam proposal mereka.

Konteks Privatisasi TAP

Sample IUX Markets – In-articleAd

Proses privatisasi TAP yang telah lama tertunda ini dihidupkan kembali oleh pemerintah Portugal pada Juli 2025. Tujuannya adalah untuk mendapatkan investor maskapai strategis yang mampu memperluas jangkauan internasional dan daya saing TAP di pasar global.

Struktur kesepakatan yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

  • 44,9% saham akan dijual kepada investor strategis yang terpilih.
  • 5% saham tambahan telah disisihkan untuk dibeli oleh para karyawan.
  • Pemenang lelang akan memiliki opsi untuk mengakuisisi sisa saham dari alokasi karyawan jika tidak terserap seluruhnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan untuk menguasai sebagian saham TAP tetap ketat. Hasil dari negosiasi final ini akan menjadi penentu penting bagi arah strategis maskapai penerbangan Portugal tersebut di masa depan.

Back to latest news

LATEST