Story
Kepala CFPB Hadapi Kritik Demokrat Terkait Upaya Perampingan Agensi

Summary
Russell Vought, kepala interim Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB) yang akan segera lengser, berdebat sengit dengan anggota parlemen dari Partai Demokrat mengenai upayanya untuk merampingkan agensi tersebut secara drastis.
Russell Vought, kepala interim Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB) dari era pemerintahan Trump, menghadapi kritik tajam dari anggota parlemen Partai Demokrat dalam sebuah rapat dengar pendapat di Kongres pada hari Rabu. Vought membela tindakannya untuk merampingkan agensi tersebut, dengan alasan bahwa upaya tersebut justru membantu menghilangkan beban ekonomi.
Adu Argumen Sengit di Kongres
Dalam rapat dengar pendapat yang terkadang memanas di hadapan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Vought beradu argumen dengan para legislator Demokrat. Kesaksian ini diberikan dua minggu sebelum ia dijadwalkan untuk mundur setelah menjabat sebagai pelaksana tugas selama satu setengah tahun.
Selama masa jabatannya, Vought berupaya memecat sebagian besar staf, mencabut banyak regulasi, dan menghentikan sebagian besar aktivitas rutin agensi. Anggota parlemen dari Partai Demokrat, seperti Gregory Meeks dari New York, menuduh Vought telah mengabaikan undang-undang yang membentuk CFPB. Sementara itu, Maxine Waters, Demokrat terkemuka di komite tersebut, memperingatkan bahwa pengawasan terhadap tindakan Vought akan terus berlanjut.
Di sisi lain, Vought mendapat dukungan dari anggota komite dari Partai Republik. Mereka berpendapat bahwa Vought telah secara tepat mengubah arah kebijakan agensi yang mereka tuduh melakukan penegakan hukum yang dipolitisasi dan membebani kebebasan berusaha.
Justifikasi Kebijakan
AdVought, yang juga menjabat sebagai direktur anggaran Gedung Putih, membenarkan tindakannya dengan mengutip sebuah riset yang diterbitkan oleh Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih. Laporan tersebut mengklaim bahwa tindakan regulasi CFPB justru membebankan biaya ratusan miliar dolar kepada konsumen dengan menaikkan biaya dan mengurangi akses terhadap kredit.
Dalam kesaksiannya, Vought menggambarkan CFPB sebagai agensi yang "invasif" dan berada di luar pengawasan Kongres. Ia menyatakan bahwa ketika sebuah entitas regulator keuangan memandang dirinya sebagai jaksa penuntut dan advokat, terdapat "peluang besar untuk penyalahgunaan wewenang".
Latar Belakang dan Implikasi
CFPB didirikan oleh Kongres setelah krisis keuangan 2008 untuk mencegah praktik pinjaman predator dan mengawasi produk-produk keuangan yang menjadi akar dari krisis tersebut. Upaya Vought untuk mengubah arah agensi mencerminkan perdebatan ideologis yang lebih luas tentang peran dan cakupan regulasi keuangan di Amerika Serikat.
Presiden Trump bulan lalu telah menominasikan eksekutif Capital One, Brian Johnson, yang juga merupakan mantan pejabat tinggi CFPB, untuk menggantikan Vought sebagai direktur definitif. Jika Partai Demokrat berhasil merebut kembali mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilihan paruh waktu bulan November, mereka akan memiliki kekuatan untuk secara resmi menyelidiki tindakan Vought selama memimpin agensi tersebut.