Story
OPEC Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Permintaan Minyak 2026 untuk Kelima Kalinya

Summary
OPEC kembali merevisi turun proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun 2026, menandai pemangkasan selama lima bulan berturut-turut di tengah pandangan yang berbeda dengan lembaga energi lainnya.
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun 2026 menjadi 380.000 barel per hari (bpd). Informasi ini, yang dirilis dalam laporan bulanan terbaru, menandai revisi turun yang dilakukan oleh kelompok produsen tersebut selama lima bulan berturut-turut.
Proyeksi Terbaru OPEC
Penyesuaian terbaru ini menunjukkan adanya ekspektasi perlambatan konsumsi energi global yang lebih signifikan dari perkiraan sebelumnya. Meskipun telah melakukan pemangkasan, pandangan OPEC mengenai permintaan masih tergolong lebih optimistis jika dibandingkan dengan beberapa lembaga peramal lainnya di industri energi.
Dalam laporannya, kelompok tersebut secara konsisten mengurangi estimasi pertumbuhannya sepanjang tahun, yang mengindikasikan ketidakpastian yang terus berlanjut dalam prospek ekonomi global dan dampaknya terhadap konsumsi minyak.
AdPandangan Berbeda dengan IEA
Proyeksi OPEC sangat kontras dengan pandangan International Energy Agency (IEA). Menurut sumber tersebut, IEA bahkan memprediksi permintaan minyak akan mengalami penurunan pada tahun 2026. IEA mengaitkan pandangan pesimistisnya dengan dampak yang lebih besar dari perang Iran terhadap pola konsumsi global.
Perbedaan pandangan antara dua lembaga energi utama ini menyoroti kompleksitas dalam meramalkan pasar minyak di tengah ketegangan geopolitik dan transisi energi. Di sisi lain, laporan OPEC yang sama justru menunjukkan sedikit optimisme untuk jangka yang lebih panjang, dengan menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun 2027.