Story
Imbal Hasil Obligasi Global Melonjak di Tengah Tensi AS-Iran, Saham Chip Menopang Ekuitas

Summary
Eskalasi militer antara AS dan Iran memicu kenaikan imbal hasil obligasi global, sementara reli di sektor semikonduktor memberikan dukungan parsial terhadap pasar saham yang beragam.
Eskalasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran memicu gejolak di pasar keuangan global pada hari Kamis, mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi di tengah kekhawatiran inflasi. Namun, pasar saham menunjukkan reaksi yang beragam, dengan reli di sektor semikonduktor memberikan penopang di tengah sentimen risk-off.
Eskalasi Mendorong Permintaan Aset Aman
Menurut laporan Reuters, eskalasi terbaru melibatkan serangan balasan antara AS dan Iran, menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan bahwa kesepakatan sementara dengan Teheran telah "berakhir". Meskipun Trump juga menyatakan bahwa perang skala penuh tidak akan terjadi, ketidakpastian ini mendorong investor beralih dari aset berisiko.
Akibatnya, imbal hasil obligasi global melanjutkan kenaikannya. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun bahkan mencapai level tertinggi dalam 30 tahun karena investor mengantisipasi tekanan inflasi yang lebih tinggi dan ketidakstabilan geopolitik. Pergerakan ini mencerminkan permintaan yang lebih rendah untuk obligasi di tengah meningkatnya risiko.
Reaksi Beragam di Pasar Minyak dan Saham
Harga minyak mentah menunjukkan reaksi yang relatif terkendali. Meskipun sempat melonjak lebih dari 5% pada hari Rabu, harga minyak Brent diperdagangkan stabil di sekitar $78 per barel pada Kamis pagi, tetap di bawah level psikologis $80. Para pedagang tampaknya lebih mempertimbangkan pernyataan Trump yang meredakan kekhawatiran perang, meskipun premi risiko yang lebih tinggi untuk Selat Hormuz kemungkinan akan tetap ada.
Di pasar ekuitas, sentimen positif di sektor teknologi membantu mengimbangi beberapa tekanan jual. Saham chip menunjukkan kinerja yang kuat, didorong oleh berita bahwa:
Ad- Broadcom reli setelah Apple mengumumkan rencana belanja lebih dari $30 miliar untuk chip dari perusahaan tersebut.
- Penjualan saham SK Hynix di AS senilai $28 miliar mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari tujuh kali, yang mendorong saham pembuat chip Korea Selatan itu melonjak 5%.
Reli ini membantu indeks Nasdaq di AS menguat tipis, meskipun bursa Asia seperti KOSPI Korea Selatan berakhir lebih rendah setelah gagal mempertahankan kenaikan awal.
Fokus Tetap pada Kebijakan The Fed
Di tengah gejolak geopolitik, investor juga mencermati prospek kebijakan moneter. Risalah rapat Federal Reserve bulan Juni yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan perdebatan yang terbagi rata di antara para pejabat mengenai apakah akan menahan atau menaikkan suku bunga.
Risalah tersebut mencatat bahwa "beberapa peserta" melihat adanya potensi kenaikan suku bunga segera, dengan alasan bahwa tekanan harga menjadi "lebih berbasis luas". Pasar berjangka dana Fed saat ini mengimplikasikan pengetatan sebesar 38 basis poin hingga Januari 2027, menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga tetap menjadi faktor penting bagi pasar.