Story
Harga Minyak Menguat Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran yang Memanas

Summary
Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan Asia karena kebuntuan antara AS dan Iran mengenai Selat Hormuz terus menimbulkan kekhawatiran pasokan, menyusul penolakan AS untuk memperpanjang gencatan senjata.
Harga minyak mentah naik tipis dalam perdagangan Asia pada hari Selasa, mendekati level tertinggi baru-baru ini. Kenaikan ini ditopang oleh ketegangan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran pasokan di pasar global.
Eskalasi Ketegangan AS-Iran
Sentimen pasar terbebani oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menolak memperpanjang perjanjian gencatan senjata dengan Iran. Perjanjian yang ditandatangani pada pertengahan Juni tersebut telah berakhir pada hari Senin, menurut laporan Investing.com.
Trump menegaskan kembali klaim AS atas kendali penuh terhadap Selat Hormuz. Selain itu, ia juga mengancam akan mengebom Oman jika negara tersebut "menghalangi", sementara Oman diketahui sedang menjadi mediator dalam perundingan dengan Iran. Pernyataan ini menambah ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut.
Dampak pada Pasokan Global
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menangani sekitar 20% dari total pasokan minyak dunia sebelum konflik. Gangguan di selat ini memiliki dampak signifikan terhadap ketersediaan minyak mentah global, sehingga setiap eskalasi ketegangan cenderung mendorong harga lebih tinggi.
AdMeski ada sinyal perundingan antara Iran dan Oman mengenai rute pelayaran, belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan. Data pelayaran terbaru menunjukkan bahwa volume kapal komersial yang melintasi selat tersebut masih jauh di bawah tingkat normal akibat ancaman serangan.
Rincian Harga Minyak
Berdasarkan data hingga pukul 09:06 WIB, harga minyak acuan utama menunjukkan penguatan:
- Minyak mentah Brent berjangka naik 0,3% menjadi $91,09 per barel.
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,4% menjadi $84,85 per barel.