Story
Harga Minyak Turun Akibat Lonjakan Stok AS, Abaikan Ketegangan Pasokan Timur Tengah

Summary
Harga minyak mentah terkoreksi karena data industri menunjukkan kenaikan tak terduga pada persediaan minyak AS, yang mengimbangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan yang terus berlanjut di Timur Tengah.
Harga minyak turun pada hari Rabu setelah data menunjukkan lonjakan tak terduga dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat, yang untuk sementara meredakan kekhawatiran pasar mengenai gangguan pasokan yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,5% menjadi $108,22 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 0,8% ke level $105,0 per barel pada pukul 21:05 ET (01:05 GMT).
Kenaikan Stok AS di Luar Dugaan
Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS secara tak terduga tumbuh sebesar 7,14 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 11 September. Angka ini sangat kontras dengan ekspektasi pasar yang memprediksi adanya penarikan (draw) sebesar 1,8 juta barel.
Laporan API ini, yang sering kali menjadi pendahulu data resmi pemerintah dari Energy Information Administration (EIA), mengindikasikan bahwa stok di negara konsumen bahan bakar terbesar di dunia itu tetap stabil. Kenaikan ini kemungkinan juga berasal dari pelepasan berkelanjutan dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS.
Gangguan Pasokan Timur Tengah Batasi Penurunan
AdPenurunan harga minyak yang lebih dalam tertahan oleh berlanjutnya gangguan pasokan di Timur Tengah. Laporan menunjukkan bahwa Arab Saudi telah menghentikan pemuatan di pelabuhan utamanya di Yanbu setelah serangan Houthi terhadap pipa East-West milik negara tersebut.
Agresi Houthi terhadap Arab Saudi diperkirakan dapat mengganggu sekitar 4% hingga 5% dari pasokan minyak global. Situasi ini diperparah oleh kebuntuan yang terus berlanjut antara AS dan Iran di Selat Hormuz, yang membuat arus minyak melalui jalur air utama tersebut berada pada level yang jauh lebih rendah dari biasanya.
Konteks Pasar
Penurunan harga ini juga dipandang sebagai aksi ambil untung (profit-taking) oleh sebagian investor, setelah harga minyak terapresiasi tajam dalam beberapa minggu terakhir. Harga Brent telah naik hampir 4% minggu ini, menyusul kenaikan 8% dalam dua minggu sebelumnya karena pasar memperhitungkan risiko gangguan pasokan yang lebih besar.
Para pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve yang sangat dinantikan, di mana bank sentral AS tersebut diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga dapat memperkuat dolar dan berpotensi menekan permintaan minyak.