Story

Harga Minyak Turun 2% Akibat Kekhawatiran Ekonomi Lampaui Risiko Pasokan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20262 min read
Harga Minyak Turun 2% Akibat Kekhawatiran Ekonomi Lampaui Risiko Pasokan
Text size
Background

Harga minyak merosot sekitar 2% pada penutupan perdagangan hari Kamis, karena kekhawatiran terhadap inflasi yang meningkat dan prospek ekonomi global menekan sentimen pasar. Faktor-faktor ini terbukti lebih berpengaruh daripada risiko gangguan pasokan yang terus berlanjut akibat konflik di Timur Tengah dan Eropa.

Pergerakan Harga Minyak

Menurut data pasar, minyak mentah Brent berjangka turun $1,72, atau 2,2%, dan ditutup pada harga $76,30 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $1,44, atau 2,0%, menjadi $72,08 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya kedua patokan harga minyak tersebut mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu.

Kekhawatiran Ekonomi Menekan Permintaan

Fokus investor saat ini tertuju pada sinyal-sinyal perlambatan ekonomi yang dapat menggerus permintaan energi global. Di Amerika Serikat, risalah rapat Federal Reserve bulan Juni menunjukkan kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap inflasi yang meningkat. Kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Di Tiongkok, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, inflasi harga produsen pada bulan Juni melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun. Angka ini menambah tekanan pada margin keuntungan para manufaktur dan mengindikasikan potensi pelemahan permintaan domestik.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Risiko Geopolitik Gagal Menopang Harga

Penurunan harga minyak terjadi meskipun ketegangan geopolitik di beberapa wilayah produsen utama meningkat. Konflik antara AS dan Iran telah menunda pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global sebelum perang.

  • Konflik AS-Iran: Serangan balasan antara pasukan AS dan Iran di Teluk Persia telah mengganggu jalur pelayaran. Analis di Goldman Sachs melaporkan bahwa aliran minyak dari Teluk Persia, yang sempat pulih hingga 80% dari level normal, kembali turun ke kisaran 70% setelah serangan terbaru.
  • Perang Ukraina: Serangan drone Ukraina terhadap kapal tanker Rusia di Laut Azov menambah ketidakpastian pasokan. Hal ini menyusul larangan ekspor bahan bakar diesel oleh Rusia yang sempat memicu kenaikan harga signifikan.

Meski demikian, beberapa analis memandang eskalasi di Timur Tengah mungkin tidak akan berlangsung lama. "Kami memperkirakan ketegangan baru di Timur Tengah... akan relatif singkat karena kedua negara dibatasi oleh realitas ekonomi dan politik praktis," tulis Vikas Dwivedi, ahli strategi energi global di Macquarie Group, dalam sebuah catatan.

Back to latest news

LATEST