Story
Harga Minyak Melonjak Akibat Eskalasi Ketegangan AS-Iran, Risiko Pasokan Selat Hormuz Meningkat

Summary
Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Ancaman serangan balasan dari kedua belah pihak mendorong harga Brent dan WTI lebih tinggi.
Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya dalam sesi perdagangan Eropa pada hari Selasa, didorong oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran baru akan gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz. Eskalasi ini mendorong kedua patokan minyak utama membukukan kenaikan signifikan untuk hari kedua berturut-turut.
Hingga pukul 07:28 Waktu Bagian Timur AS (19:28 WIB), kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November naik 1,8% menjadi $92,11 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 2,2% menjadi $87,67 per barel. Kenaikan ini melanjutkan momentum dari sesi sebelumnya, di mana kedua kontrak ditutup naik hampir 3%.
Pemicu Eskalasi Konflik
Ketegangan terbaru dipicu oleh serangan militer AS terhadap sasaran militer Iran di Pulau Larak, yang mengakhiri periode tenang dari konflik langsung selama beberapa minggu. Sebagai balasan, Iran dilaporkan menembakkan rudal ke fasilitas militer AS di Yordania.
Menanggapi hal tersebut, Presiden AS Donald Trump bersumpah akan memberikan respons yang kuat, meningkatkan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik lebih lanjut yang dapat mengancam jalur pelayaran di Selat Hormuz. Risiko nyata di jalur air strategis ini ditegaskan oleh peringatan dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada hari Senin, yang melaporkan sebuah kapal tanker diserang oleh tiga proyektil tak dikenal saat keluar dari selat tersebut.
AdImplikasi pada Pasokan Global
Risiko geopolitik ini untuk sementara waktu membayangi faktor-faktor fundamental pasar lainnya, termasuk rencana peningkatan produksi oleh aliansi OPEC+. Organisasi tersebut telah menyetujui penambahan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September, sebagai bagian dari penghentian bertahap pemangkasan produksi sukarela sebelumnya.
Kekhawatiran pasokan juga diperparah oleh faktor lain:
- Rusia: Moskow mengumumkan perpanjangan larangan ekspor solar hingga 30 September, yang menambah tekanan pada pasokan produk minyak olahan global.
- Cadangan AS: Presiden Trump menyatakan minyak dari kesepakatan baru dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS, yang telah turun ke level terendah dalam 44 tahun. Namun, belum jelas seberapa cepat pasokan tambahan dari Venezuela dapat direalisasikan.