Story

Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan Balasan AS-Iran di Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 7, 20261 min read
Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan Balasan AS-Iran di Selat Hormuz

Summary

Harga minyak mentah melanjutkan kenaikan tajam mingguan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan balasan antara militer AS dan Iran di Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

Text size
Background

Harga minyak naik pada hari Senin, melanjutkan kenaikan mingguan yang signifikan, karena serangan antara Amerika Serikat dan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah yang berkepanjangan melalui jalur air utama tersebut.

Rincian Eskalasi Militer

Militer AS menyatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya telah menyerang tiga tanker minyak Iran. Tindakan ini merupakan balasan setelah pasukan Iran menargetkan kapal Angkatan Laut AS dengan rudal balistik.

Sebagai tanggapan, Iran mengumumkan telah menyerang sebuah drone angkatan laut AS dan memperingatkan bahwa setiap serangan lebih lanjut dari AS akan memicu respons yang lebih kuat. Mengutip Press TV, pejabat keamanan utama Iran mengatakan Teheran akan mendeklarasikan zona maritim terbatas yang baru di luar Selat Hormuz, di mana kapal yang memasuki area tersebut berpotensi menghadapi sanksi.

Dampak Terhadap Pasar dan Pasokan

Eskalasi ini memicu kekhawatiran bahwa pelayaran komersial dan aliran energi melalui Hormuz dapat menghadapi gangguan lebih lanjut. Sekitar seperlima dari konsumsi minyak global biasanya melewati selat tersebut. Akibatnya, harga minyak mentah bereaksi tajam:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Brent Oil Futures untuk kontrak November naik 0,5% menjadi $96,77 per barel.
  • West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 0,5% menjadi $91,94 per barel.

Kenaikan ini melanjutkan tren positif dari minggu sebelumnya, di mana Brent melonjak 7,8% dan WTI melompat hampir 10%. Data dari firma analitik Kpler pada hari Senin menunjukkan lalu lintas pelayaran telah turun ke level terendah sejak Mei, yaitu sekitar 10 kapal komoditas per hari, karena operator menghadapi risiko keamanan yang meningkat.

Konteks Kebijakan OPEC+

Di tengah meningkatnya ketegangan pasokan, aliansi produsen minyak OPEC+ mengumumkan setelah pertemuan hari Minggu bahwa mereka akan mempertahankan tingkat produksi minyak tetap stabil untuk bulan Oktober. Keputusan ini menghentikan rangkaian kenaikan produksi selama enam bulan terakhir, karena kelompok tersebut kini mengalihkan fokusnya untuk menentukan kuota produksi baru untuk tahun 2027.

Back to latest news

LATEST