Story

Saham Novartis Anjlok Imbas Kegagalan Dua Uji Klinis Obat Potensial

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 8, 20262 min read
Saham Novartis Anjlok Imbas Kegagalan Dua Uji Klinis Obat Potensial
Text size
Background

Saham Novartis (NOVN) anjlok secara signifikan setelah raksasa farmasi asal Swiss tersebut mengumumkan kegagalan uji klinis Fase III untuk obat del-desiran. Kegagalan ini merupakan pukulan telak kedua bagi pipa pengembangan obat perusahaan dalam waktu kurang dari 48 jam, yang memicu aksi jual besar-besaran oleh investor.

Kegagalan Uji Klinis Beruntun

Novartis melaporkan bahwa studi HARBOR Fase III untuk del-desiran, yang ditujukan untuk mengobati distrofi miotonik tipe 1 (DM1), tidak berhasil mencapai titik akhir primernya. Studi global yang melibatkan sekitar 150 pasien ini tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan secara statistik dibandingkan plasebo dalam metrik *video hand opening time*—ukuran kunci untuk kekakuan otot tangan pada pasien DM1.

Kekecewaan pasar diperparah karena ini adalah kegagalan kedua dalam waktu singkat. Sebelumnya, pada hari Senin, uji klinis Fase III Lp(a)HORIZON untuk pelacarsen, obat kardiovaskular yang dikembangkan bersama Ionis Pharmaceuticals, juga gagal mencapai target utamanya. Secara keseluruhan, ini menandai kemunduran uji klinis ketiga bagi perusahaan dalam satu minggu.

  • Del-desiran (Studi HARBOR): Gagal mencapai titik akhir primer untuk pengobatan distrofi miotonik tipe 1.
  • Pelacarsen (Studi Lp(a)HORIZON): Gagal mencapai titik akhir primer untuk mengurangi kejadian kardiovaskular mayor.

Taruhannya sangat tinggi, terutama untuk del-desiran. CEO Novartis sebelumnya pernah memproyeksikan obat ini memiliki potensi penjualan puncak melebihi $5 miliar.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak Pasar dan Prospek Perusahaan

Sebagai reaksi atas berita tersebut, saham Novartis anjlok 10,3% dan diperdagangkan di level CHF 112,60. Aksi jual yang tajam ini mencerminkan hilangnya ekspektasi pendapatan masa depan dari dua program obat tahap akhir yang sangat dinantikan. Hal ini memaksa investor untuk mengevaluasi kembali prospek pertumbuhan jangka pendek perusahaan.

Tekanan terhadap saham Novartis juga diperburuk oleh sentimen pasar yang lebih luas. Indeks pan-Eropa STOXX 600 dan Swiss Market Index, di mana Novartis merupakan saham berbobot besar, sudah berada di zona merah akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak.

Meski menghadapi kemunduran ini, Novartis menegaskan kembali proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) penjualannya sebesar 5–6% untuk periode 2025–2030. Namun, investor tampaknya lebih fokus pada kegagalan pipa pengembangan jangka pendek yang memukul valuasi saham ke level intraday terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Back to latest news

LATEST