Story
Pendapatan Nexteq Anjlok 34% di Semester I Akibat Lesunya Sektor Gaming

Nexteq, penyedia solusi teknologi yang berbasis di Inggris, melaporkan penurunan pendapatan sebesar 34% secara tahunan (year-on-year) pada semester pertama 2026, menjadi $26,70 juta. Kinerja ini terutama disebabkan oleh lemahnya permintaan di sektor *gaming* yang menekan hasil keuangan perusahaan.
Rincian Kinerja Keuangan
Penurunan pendapatan membuat perusahaan berbalik dari laba menjadi rugi. Nexteq mencatatkan rugi sebelum pajak yang disesuaikan sebesar $4 juta, dengan total rugi sebelum pajak mencapai $4,70 juta. Akibatnya, rugi bersih yang disesuaikan tercatat sebesar $0,08 per saham, sementara rugi per saham secara umum berada di angka $0,09.
Margin kotor perusahaan juga menyempit menjadi 30,30%. Menurut Nexteq, tekanan pada margin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:
- Biaya komponen yang lebih tinggi.
- Anualisasi dari konsolidasi Everi.
- Penurunan volume dari pelanggan *gaming* utama akibat kenaikan biaya produk dan tarif.
AdRespons Perusahaan dan Prospek ke Depan
Menanggapi kondisi pasar, Nexteq telah menerapkan langkah-langkah restrukturisasi dan penghematan biaya yang menghasilkan penghematan *overhead* tahunan sebesar $1,3 juta. Di sisi lain, perusahaan tetap berkomitmen pada pemegang saham dengan mengembalikan $5,7 juta melalui program pembelian kembali saham (*buyback*) selama periode tersebut.
Meski menghadapi tantangan, manajemen mempertahankan panduan (guidance) perdagangan untuk setahun penuh 2026. Keputusan ini didukung oleh cakupan pesanan yang telah mencapai 83% pada akhir Agustus. Perusahaan mengantisipasi kondisi pasar yang sulit di sektor *gaming* darat akan berlanjut hingga 2026 dan 2027, namun memperkirakan posisi kas akan membaik pada semester kedua tahun ini.