Story

Indeks MOEX Rusia Ditutup Stabil di Tengah Penurunan Pasar yang Lebih Luas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 20, 20261 min read
Indeks MOEX Rusia Ditutup Stabil di Tengah Penurunan Pasar yang Lebih Luas

Summary

Indeks saham acuan Rusia mengakhiri sesi perdagangan hampir tanpa perubahan, menutupi kelemahan mendasar karena saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik, dengan kerugian terkonsentrasi di sektor energi dan material.

Text size
Background

Indeks MOEX Rusia mengakhiri sesi perdagangan baru-baru ini hampir tidak berubah, ditutup dengan pergerakan marginal 0,00%, meskipun pasar secara keseluruhan menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Kerugian di perusahaan energi dan pertambangan besar mengimbangi kenaikan moderat di sektor telekomunikasi dan utilitas.

Sesi yang Beragam

Meskipun kinerja indeks acuan datar, sentimen pasar negatif. Di Bursa Efek Moskow, 142 saham turun sementara hanya 86 yang naik, dengan 18 saham tetap tidak berubah.

Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan yang membebani pasar antara lain:

  • NOVATEK PJSC (MCX:NVTK), yang turun 0,98%.
  • Severstal PJSC (MCX:CHMF), turun 0,92%.
  • AK ALROSA PJSC (MCX:ALRS), yang kehilangan 0,87%.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Berlawanan dengan tren tersebut, beberapa saham mencatatkan kenaikan yang signifikan, termasuk perusahaan telekomunikasi Rostelekom PJSC (MCX:RTKM), yang naik 0,41%, dan perusahaan utilitas RusHydro PJSC (MCX:HYDR), naik 0,38%.

Pasar Komoditas dan Mata Uang

Kelemahan pada saham energi dan material bertepatan dengan penurunan harga minyak global. Kontrak berjangka minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober turun 2,34%, sementara kontrak minyak mentah Brent November turun 1,56%. Sebaliknya, kontrak berjangka emas Desember naik 0,37%.

Di pasar mata uang, rubel Rusia menunjukkan penguatan moderat terhadap mata uang utama. Pasangan USD/RUB turun 0,11%, sementara pasangan EUR/RUB turun 0,27%. Sementara itu, Indeks Volatilitas Rusia (RVI), ukuran utama volatilitas pasar, tidak berubah pada 33,97.

Back to latest news

LATEST