Story
MediaTek Rilis Cip 2-Nanometer Pertama dari TSMC, Tantang Qualcomm di Segmen Premium

Summary
MediaTek meluncurkan prosesor seluler Dimensity 9600 Pro, yang pertama menggunakan teknologi 2-nanometer tercanggih dari TSMC, untuk meningkatkan persaingan di pasar ponsel flagship dan memperkuat kapabilitas AI on-device.
MediaTek pada hari Selasa mengumumkan cip ponsel pintar terbarunya, Dimensity 9600 Pro, yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur paling canggih dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC). Langkah ini bertujuan untuk merebut pangsa pasar di segmen ponsel premium dengan semikonduktor yang mampu menjalankan lebih banyak fitur kecerdasan buatan (AI) langsung di perangkat.
Detail Cip Flagship Terbaru
Menurut pengumuman perusahaan, Dimensity 9600 Pro adalah prosesor seluler pertama mereka yang dibangun menggunakan proses 2-nanometer mutakhir dari TSMC. Selain itu, MediaTek juga memperkenalkan Dimensity 9600M, yang dibuat dengan proses 3-nanometer TSMC dan ditujukan untuk segmen pasar ponsel flagship yang lebih luas.
Cip 9600 Pro menyertakan prosesor AI khusus, atau *Neural Processing Unit* (NPU), yang diklaim dapat menangani aplikasi AI generatif yang lebih kompleks. MediaTek menyatakan NPU ini memberikan peningkatan 51% dalam memproses perintah pengguna sebelum model AI mulai menghasilkan respons, meskipun tidak memberikan detail lebih lanjut. Ponsel pintar pertama yang ditenagai oleh kedua cip ini akan segera diluncurkan.
Implikasi Pasar dan Persaingan
Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya MediaTek untuk menantang dominasi pesaingnya dari AS, Qualcomm, di pasar ponsel premium. Segmen ini menawarkan margin keuntungan yang lebih baik bagi produsen cip berkat harga perangkat yang lebih tinggi dan fitur AI yang canggih.
AdJC Hsu, Corporate Senior Vice President di MediaTek, mengakui adanya kenaikan biaya komponen akibat ledakan AI yang membebani rantai pasokan. Namun, ia melihat peluang bagi MediaTek seiring dengan semakin umumnya label harga yang lebih tinggi untuk perangkat keras canggih. "Ketika pasar secara keseluruhan bergerak ke harga yang lebih tinggi, saya yakin masih ada ruang bagi kami untuk meningkatkan pangsa kami di segmen flagship," kata Hsu.
Ekspansi Bisnis dan Dukungan Investor
Selain pasar ponsel pintar, MediaTek juga secara aktif memperluas bisnis AI-nya ke produk pusat data dan cip khusus. Akselerator AI pertama perusahaan yang dirancang untuk penyedia layanan cloud besar di AS diperkirakan akan memasuki produksi massal pada kuartal keempat tahun ini.
Upaya ekspansi ini didukung oleh pendanaan yang kuat. Bulan lalu, MediaTek berhasil mengumpulkan dana sebesar $3,9 miliar melalui penjualan obligasi konversi. Nvidia berinvestasi sebesar $3,5 miliar dalam penawaran tersebut, sementara Alphabet, mitra lama MediaTek dalam infrastruktur AI, juga turut berpartisipasi.