Story
Mastercard Ungguli Visa di Musim Laporan Keuangan, Pertumbuhan Laba Jadi Pembeda

Summary
Mastercard melaporkan pertumbuhan laba bersih 19% yang solid, sementara Visa, meskipun melampaui ekspektasi, dibayangi oleh kenaikan biaya operasional dan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 7% karyawannya.
Mastercard (MA) membukukan kinerja keuangan yang lebih unggul dibandingkan pesaingnya, Visa (V), pada musim laporan keuangan terbaru. Laporan Mastercard menunjukkan pertumbuhan laba yang kuat dan bersih dari isu struktural, sementara laporan Visa diwarnai oleh pengumuman PHK massal dan lonjakan biaya operasional, yang memicu reaksi negatif dari pasar.
Kinerja Mastercard yang Solid
Mastercard melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 19% secara tahunan (YoY) menjadi $4,4 miliar untuk kuartal kedua 2026. Laba per saham (EPS) perusahaan mencapai $5,04, melampaui estimasi analis sebesar $4,77 atau mencatatkan kejutan positif sebesar 5,66%.
Kinerja yang kuat ini, tanpa adanya catatan negatif yang signifikan, direspons positif oleh investor. Menurut data Investing.com, saham MA menguat 2,78% setelah pengumuman tersebut. Analis di Baird sebelumnya telah memprediksi bahwa Mastercard berpotensi menjadi kandidat "beat-and-raise" atau perusahaan yang melampaui ekspektasi dan menaikkan prospeknya.
Laporan Visa Dibayangi Biaya dan PHK
Di sisi lain, Visa juga berhasil melampaui ekspektasi analis. Perusahaan mencatatkan pendapatan $11,6 miliar, sedikit di atas estimasi $11,38 miliar, dan EPS sebesar $3,32, atau 3,11% di atas konsensus. Visa juga mencapai tonggak sejarah dengan volume pembayaran melampaui $4 triliun untuk pertama kalinya dan menaikkan prospek setahun penuh.
AdNamun, gambaran positif ini terganggu oleh beberapa faktor:
- Biaya Operasional: Melonjak 17% YoY, termasuk biaya pesangon sebesar $563 juta terkait restrukturisasi.
- PHK Massal: Perusahaan mengumumkan rencana untuk mengurangi tenaga kerjanya sebesar 7%, atau sekitar 2.600 karyawan, yang mengindikasikan adanya tekanan biaya.
- Reaksi Pasar: Akibatnya, saham V justru turun 1,35% pasca-rilis laporan keuangan, menunjukkan kekhawatiran investor terhadap efisiensi biaya perusahaan.
Prospek ke Depan dan Risiko Bersama
Ke depan, analis memproyeksikan Mastercard akan terus mencatatkan pertumbuhan EPS yang lebih cepat dibandingkan Visa untuk tahun fiskal 2027 dan 2028. Namun, kedua raksasa pembayaran ini menghadapi tantangan yang sama dari sistem pembayaran instan seperti Pix di Brasil, yang telah menggerus pangsa pasar kartu kredit di negara tersebut.
Secara keseluruhan, pada siklus laporan keuangan kali ini, Mastercard dinilai memberikan hasil yang lebih berkualitas dengan pertumbuhan laba yang lebih kuat dan laporan yang lebih bersih. Sementara itu, kinerja solid Visa dibayangi oleh ketidakpastian seputar struktur biaya dan efisiensi operasional.