Story
CEO JPMorgan Jamie Dimon Peringatkan Inggris tentang Dampak Kenaikan Pajak Bank

Summary
CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, telah memperingatkan Kanselir Inggris John Healey bahwa kenaikan pajak perbankan berisiko mendorong perpindahan lapangan kerja ke luar negeri, menurut laporan Financial Times.
CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, telah berbicara dengan Kanselir Inggris John Healey mengenai potensi dampak dari kenaikan pajak perbankan. Dalam percakapan tersebut, Dimon memperingatkan bahwa kebijakan pajak yang lebih tinggi sering kali mengakibatkan perpindahan lapangan kerja ke yurisdiksi lain, demikian dilaporkan oleh Financial Times.
Peringatan Mengenai Perpindahan Lapangan Kerja
Menurut laporan yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui diskusi tersebut, Dimon menekankan bahwa kenaikan pajak dapat mengikis daya saing sebuah pusat keuangan. Ia menunjuk sektor keuangan New York sebagai contoh, di mana ia mengklaim bahwa kota tersebut telah mengalami penurunan material dalam jumlah posisi di sektor keuangan.
Dimon mengaitkan penurunan ini sebagian dengan beban pajak yang tinggi di New York. Peringatan ini disampaikan sebagai sinyal bagi pemerintah Inggris untuk mempertimbangkan konsekuensi yang lebih luas sebelum mengubah kebijakan fiskal untuk sektor perbankan.
AdKonteks dan Upaya Lobi
Pembicaraan ini terjadi di tengah upaya lobi yang signifikan oleh sektor jasa keuangan menjelang pengumuman Anggaran negara (Budget) yang akan datang. Jamie Dimon, yang dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia keuangan global, secara aktif menyuarakan keprihatinan industrinya.
Ini bukan pertama kalinya Dimon melakukan intervensi. Tahun lalu, ia dan para eksekutif bank lainnya berhasil melobi untuk menentang kenaikan pajak sebelum Anggaran saat itu. Pada saat itu, ia mengadakan diskusi dengan Kanselir sebelumnya, Rachel Reeves, sementara JPMorgan sedang mempertimbangkan rencana pembangunan kantor pusat baru senilai £3 miliar di Canary Wharf, London.