Story
Survei Bernstein: Anggaran TI Diproyeksi Tumbuh Kuat pada 2026, Setara Era Pasca-Pandemi

Summary
Survei CIO paruh tahun dari Bernstein memproyeksikan pertumbuhan anggaran TI yang kuat pada 2026, menyamai level rebound pasca-COVID pada 2021, dengan prioritas utama pada keamanan siber dan aplikasi GenAI.
Survei Chief Information Officer (CIO) paruh tahun dari Bernstein mengonfirmasi ekspektasi pertumbuhan anggaran teknologi informasi (TI) yang kuat pada tahun 2026. Laju pertumbuhan ini diproyeksikan serupa dengan tahun 2025 dan menyaingi kekuatan rebound yang terlihat pada era pasca-COVID di tahun 2021, menurut catatan analis Peter Weed.
Proyeksi Pertumbuhan dan Perbedaan Regional
Laporan Bernstein menyoroti adanya "divergensi tajam" dalam ekspektasi belanja antar wilayah. Proyeksi pertumbuhan anggaran setahun penuh 2026 di Amerika Serikat (AS) meningkat sebesar 60 poin basis, mengimbangi pelemahan tajam di Eropa, di mana ekspektasi turun 130 poin basis.
Para CIO yang berbasis di AS mengantisipasi belanja yang lebih lemah di paruh kedua tahun ini setelah semester pertama yang sangat kuat. Sebaliknya, para CIO di Eropa menunjukkan optimisme yang lebih besar untuk paruh kedua setelah semester pertama yang lemah.
Prioritas Investasi: Keamanan Siber dan GenAI Mendominasi
Keamanan siber, aplikasi AI Generatif (GenAI), dan perangkat lunak platform tetap menjadi tiga prioritas investasi utama bagi para CIO. Survei tersebut juga menemukan bahwa belanja tambahan sebagian besar terkonsentrasi pada para penyedia *hyperscaler*.
AdMenurut Bernstein, vendor yang diuntungkan dari tren ini adalah:
- Microsoft dan AWS, yang diperkirakan akan merebut porsi terbesar dari pertumbuhan anggaran.
- ServiceNow dan Salesforce, yang juga menunjukkan tren alokasi yang positif secara moderat.
Pandangan Terhadap Vendor AI dan Adopsi Cloud
Bernstein mencatat bahwa para CIO tidak berencana meningkatkan pengeluaran untuk vendor *Large Language Model* (LLM) seperti OpenAI dan Anthropic. Hal ini memperkuat pandangan bahwa perusahaan lebih memilih mengadopsi AI melalui platform perangkat lunak yang sudah mapan daripada membangun kapabilitasnya sendiri secara internal.
Sementara itu, adopsi *cloud* terus meningkat, dengan Microsoft Azure mempertahankan posisi terdepan dan Google Cloud terus menambah pangsa pasar. Mayoritas CIO juga tidak meyakini bahwa AI akan menggantikan perangkat lunak korporat, mengurangi anggaran TI jangka panjang, atau mendorong pergeseran belanja dari perangkat lunak ke perangkat keras.