Story

Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Gencatan Senjata Terancam Gagal

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20262 min read
Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Gencatan Senjata Terancam Gagal
Text size
Background

Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk pada hari Kamis, sebuah eskalasi signifikan yang mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung selama tiga minggu. Aksi balasan ini terjadi setelah AS melancarkan serangan di provinsi pesisir selatan dan timur Iran, sehingga meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di wilayah produsen minyak utama dunia.

Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menurut laporan terbunuh dalam serangan udara AS pada 28 Februari. Ketegangan yang kembali memanas ini berpotensi mengganggu pasokan energi global dan menambah volatilitas di pasar keuangan.

Aksi Saling Serang Mengakhiri Gencatan Senjata

Tentara Iran, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh media pemerintah, mengklaim telah melancarkan serangan terhadap beberapa target strategis AS. Target-target tersebut antara lain:

  • Sistem pertahanan Patriot AS di Kuwait
  • Situs peringatan dini di Qatar
  • Depot bahan bakar Angkatan Darat AS di Bahrain

Secara terpisah, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menembakkan 10 rudal balistik ke pangkalan militer Azraq di Yordania, yang digunakan oleh pasukan AS. Kuwait mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjatanya telah mencegat satu rudal jelajah, tiga rudal balistik, dan 10 drone di wilayah udaranya. Sementara itu, Yordania melaporkan telah mencegat delapan rudal tanpa ada laporan kerusakan.

Serangan Iran ini merupakan balasan atas tindakan AS sebelumnya. Komando Pusat AS (CENTCOM) pada hari Rabu menyatakan pasukannya telah menyerang sekitar 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara dan lokasi penyimpanan rudal. Menurut media pemerintah Iran, serangan AS tersebut telah menewaskan 14 orang dan melukai 78 lainnya.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak Terhadap Pasar dan Selat Hormuz

Konflik ini berpusat di sekitar Selat Hormuz, jalur perairan vital yang menangani sekitar seperlima dari pasokan minyak global sebelum perang. Garda Revolusi Iran mengklaim bahwa campur tangan AS mengganggu pembukaan kembali jalur tersebut dan memperingatkan akan adanya "respons yang menghancurkan" terhadap intervensi lebih lanjut.

Pasar energi merespons dengan cepat terhadap eskalasi ini. Harga minyak sempat melonjak karena kekhawatiran gangguan pasokan yang meluas, namun kemudian sedikit menurun. Pihak militer AS menyatakan bahwa mereka telah membantu transit lebih dari 800 kapal komersial dan 380 juta barel minyak mentah melalui selat tersebut sejak awal Mei, dan menegaskan bahwa Iran tidak mengendalikan jalur air tersebut.

Konteks Diplomatik dan Reaksi Regional

Meskipun terjadi aksi militer, seorang pejabat AS menyatakan bahwa Washington masih berkomitmen untuk mencari resolusi dengan Iran dan "pembicaraan teknis terus berlanjut". Namun, Presiden Donald Trump sebelumnya telah menyatakan gencatan senjata "berakhir" setelah serangan terhadap kapal tanker minggu ini.

Negara-negara di kawasan merespons dengan hati-hati. Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan AS terbesar di wilayah tersebut, mengutuk serangan terhadap kapal komersial tetapi juga menyerukan kembali ke diplomasi. Menteri luar negeri Turki dan Oman juga menekankan perlunya menghindari eskalasi militer lebih lanjut dalam pembicaraan terpisah dengan mitra Iran mereka.

Back to latest news

LATEST