Story
Kesepakatan Selat Hormuz di Tahap Akhir, Iran Tetapkan Syarat Berat untuk AS

Summary
Iran menyatakan kesepakatan yang dimediasi Oman untuk mendefinisikan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz hampir rampung, namun pembukaan kembali jalur vital tersebut bergantung pada pemenuhan serangkaian tuntutan terhadap Amerika Serikat.
Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa kesepakatan dengan Oman terkait penetapan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz berada dalam "tahap akhir". Namun, Teheran menegaskan kembali bahwa pembukaan kembali jalur air strategis tersebut tidak akan terjadi sampai Amerika Serikat memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan.
Detail Kesepakatan dan Tuntutan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa perjanjian yang sedang dibahas akan menetapkan koridor pelayaran baru yang akan digunakan setelah AS memenuhi prasyarat Iran. Menurut kantor berita Mehr, Araqchi juga menekankan bahwa tidak ada pembicaraan langsung antara Iran dan AS, dan komunikasi hanya dilakukan melalui perantara.
Iran telah memblokir selat tersebut—yang merupakan jalur bagi seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global—sebagai respons atas serangan AS dan Israel. Untuk membuka kembali Selat Hormuz, Iran menuntut beberapa hal, antara lain:
- Kompensasi dari AS atas kerusakan akibat serangan.
- Penghentian ancaman dan agresi AS terhadap Iran serta sekutunya.
- Pencabutan blokade dan seluruh sanksi ekonomi.
- Pembebasan aset Iran yang dibekukan.
Posisi AS dan Eskalasi Regional
AdSeorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Washington akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah kesepakatan untuk memulihkan pelayaran komersial diumumkan. Pejabat tersebut menambahkan bahwa tindakan AS akan terkait langsung dengan implementasi komitmen dari pihak Iran.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Uni Emirat Arab pada hari Sabtu melaporkan bahwa sebuah kapal yang berafiliasi dengan perusahaan minyak negaranya telah diserang. Selain itu, kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Iran, mengaku bertanggung jawab atas serangan drone terhadap kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco di Arab Saudi pada hari Minggu.
Implikasi bagi Pasar Energi
Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan faktor krusial bagi stabilitas pasar energi global. Penutupan yang berkepanjangan telah menahan pasokan dan menciptakan tekanan kenaikan harga pada minyak mentah dan LNG. Investor dan pelaku pasar akan memantau dengan cermat kemajuan negosiasi ini, karena setiap penundaan atau kegagalan kesepakatan dapat mempertahankan volatilitas harga dan risiko pasokan di pasar energi.