Story
Saham Intuit Anjlok Hampir 50%, Analis Timbang Sinyal Pembalikan Arah

Saham Intuit Inc (INTU) telah mengalami penurunan tajam sebesar 49% sepanjang tahun berjalan (YTD), meskipun sempat pulih 16,20% dalam tiga bulan terakhir. Koreksi signifikan ini membuat para investor bertanya-tanya apakah titik terendah telah tercapai, namun sinyal teknikal dan fundamental memberikan gambaran yang beragam.
Sinyal Teknikal Belum Mengonfirmasi
Menurut analisis teknikal, titik terendah yang solid untuk saham Intuit belum terkonfirmasi. Indikator momentum pada grafik harian, mingguan, dan bulanan masih menunjukkan sinyal "Jual Kuat".
Analis Bank of America (BofA) dalam sebuah catatan menyebutkan, "Meskipun saham turun -49% YTD, minat investor tetap rendah bahkan ketika valuasi tampak menarik." Mereka menambahkan bahwa acara Investor Day mendatang akan menjadi kesempatan bagi manajemen untuk membuktikan bahwa kinerja bisnis telah mencapai titik terendahnya.
Untuk pembalikan arah yang meyakinkan, pasar biasanya mencari konfirmasi berupa level terendah yang lebih tinggi (*higher lows*), perbaikan momentum, dan kemampuan untuk menembus level resistensi utama. Hingga saat ini, bukti-bukti tersebut belum lengkap.
Kinerja Melampaui Ekspektasi, Prospek Menjadi Sorotan
Pada laporan keuangan terakhirnya tanggal 25 Agustus 2026, Intuit sebenarnya mencatatkan kinerja yang kuat. Perusahaan melaporkan laba per saham (EPS) sebesar $4,03, melampaui ekspektasi $3,54, sementara pendapatan mencapai $4,40 miliar, di atas perkiraan $4,28 miliar.
AdNamun, reaksi pasar justru negatif, dengan saham anjlok 6,50% setelah pengumuman tersebut. Reaksi ini mengindikasikan bahwa investor lebih fokus pada prospek pertumbuhan di masa depan daripada kinerja masa lalu. Kekhawatiran ini diperkuat oleh revisi turun estimasi EPS konsensus sebesar 32,36% dalam 30 hari terakhir, yang menandakan adanya tekanan pada ekspektasi dan potensi margin keuntungan.
Valuasi Menarik vs. Risiko Struktural
Dari sisi valuasi, saham Intuit kini terlihat lebih terjangkau. Berdasarkan data FinQL per 31 Juli 2026, saham ini diperdagangkan dengan metrik berikut:
- Rasio P/E Proyeksi (Forward P/E): 14,1x
- Imbal Hasil Arus Kas Bebas (FCF Yield): 10,1%
Di sisi lain, terdapat risiko struktural yang menjadi perhatian. Investor mempertanyakan apakah perlambatan pertumbuhan bersifat sementara atau permanen, terutama dengan adanya kekhawatiran mengenai ekspektasi yang lebih lemah untuk produk TurboTax dan potensi gangguan dari pesaing berbasis kecerdasan buatan (AI). Ujian besar berikutnya bagi Intuit adalah rilis laporan keuangan yang dijadwalkan pada 1 Desember 2026.