Story

Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, Namun Tuntut Syarat Tambahan dari AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 8, 20262 min read
Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, Namun Tuntut Syarat Tambahan dari AS

Summary

Iran mengindikasikan kemajuan signifikan dalam perundingan dengan Oman mengenai Selat Hormuz, tetapi menegaskan pembukaan kembali jalur vital tersebut bergantung pada syarat lain, termasuk kompensasi dari AS, di tengah tuduhan serangan baru.

Text size
Background

Iran menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai kontrol atas Selat Hormuz hampir tercapai, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak cukup untuk membuka kembali jalur perairan strategis itu. Teheran menuntut syarat-syarat tambahan, termasuk kompensasi dari Amerika Serikat, yang menciptakan ketidakpastian bagi pasar energi global meskipun ada kemajuan diplomatik.

Rincian Perundingan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, pada hari Sabtu mengatakan bahwa Iran dan Oman "sangat dekat" dengan kesepakatan mengenai rute pelayaran baru melalui Selat Hormuz. Menurutnya, skema pemisahan lalu lintas pelayaran yang lama tidak lagi dapat diterima oleh Teheran. Ia menambahkan bahwa Iran sedang membahas rute sementara dengan Oman sementara masalah teknis dan hukum untuk rute permanen diselesaikan.

Namun, Araqchi menekankan bahwa pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada kondisi lain. Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada hari Jumat bahwa Washington mengantisipasi kesepakatan akan segera tercapai dan berjanji akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah kesepakatan untuk memulihkan pelayaran komersial diumumkan.

Eskalasi di Tengah Diplomasi

Di tengah upaya diplomatik, ketegangan di kawasan itu tetap tinggi. Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Sabtu menuduh Iran telah menyerang sebuah kapal tanker yang berafiliasi dengan perusahaan minyak negaranya menggunakan misil saat transit di Selat Hormuz. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Ini merupakan eskalasi terbaru dalam serangkaian serangan terhadap kapal di jalur air yang penting tersebut. Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) sebelumnya menyatakan bahwa 15 kapalnya telah diserang sejak konflik dimulai, yang menewaskan satu awak dan melukai 20 lainnya.

Konteks dan Implikasi Pasar

Selat Hormuz merupakan titik vital bagi pasar energi global, di mana sekitar satu per lima dari pengiriman minyak dan gas dunia melewatinya sebelum konflik saat ini. Gangguan akibat serangan telah menyebabkan lonjakan harga energi dan mendorong inflasi global.

Secara terpisah, Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada penerimaan Washington atas syarat-syarat Iran, dan tidak terkait dengan negosiasi Iran-Oman. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi keras Iran dan menambah kompleksitas dalam penyelesaian krisis, yang berpotensi menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi hingga kesepakatan yang komprehensif tercapai.

Back to latest news

LATEST