Story
Harga Emas Mendekati $4.400 di Tengah Data AS yang Melemah dan Risiko Minyak

Summary
Harga emas menguat pada hari Senin karena data ekonomi AS yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara investor menantikan risalah rapat bank sentral dan memantau risiko geopolitik.
Harga emas naik pada hari Senin, didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah yang meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Investor kini menantikan rilis risalah rapat The Fed minggu ini untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter, sambil terus memantau risiko di pasar energi.
Menurut data Investing.com pada pukul 21:12 ET (01:12 GMT), harga emas di pasar spot (XAU/USD) naik 0,7% menjadi $4.408,12 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS menguat 0,6% ke level $4.464,30 per ons.
Data Ekonomi Meredam Ekspektasi Suku Bunga
Logam mulia memulai pekan ini dengan pijakan yang kuat setelah data terbaru dari AS membantu mengurangi tekanan pada The Fed untuk memperketat kebijakan. Laporan menunjukkan sentimen konsumen AS turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, sementara penjualan ritel mencatatkan penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari setahun.
Data yang lebih lunak ini mengurangi ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga, sehingga mendukung emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil. Menurut analis di ANZ, hubungan terbalik antara emas dan imbal hasil Treasury AS juga semakin menguat, di mana biaya pinjaman yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas.
Risiko Geopolitik dan Inflasi Menopang Harga
Di sisi lain, risiko inflasi tetap ada meskipun data ekonomi melemah. Ketegangan di Selat Hormuz setelah beberapa kapal diserang pekan lalu menjaga prospek pasokan energi global tetap tidak menentu. Setiap kenaikan baru pada harga minyak dapat memicu kembali inflasi dan mempersulit The Fed untuk beralih ke kebijakan yang lebih longgar.
AdKondisi ini, ditambah dengan permintaan yang kuat dari bank sentral, terus menopang harga emas. ANZ melaporkan bahwa bank sentral membeli 244 ton emas pada kuartal pertama tahun 2026, dengan Tiongkok meningkatkan pembeliannya menjadi 8 ton pada bulan April. Para analis di ANZ memperkirakan harga emas dapat naik menuju $5.200 per ons pada akhir tahun.
Fokus Pasar pada Risalah Rapat The Fed
Pelaku pasar akan mencermati rilis risalah rapat The Fed dari pertemuan bulan Juli pada hari Rabu mendatang. Dokumen ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai pandangan para pembuat kebijakan tentang kondisi ekonomi dan jalur suku bunga ke depan.
Logam mulia lainnya juga turut menguat seiring dengan kenaikan emas:
- Perak (XAG/USD) melonjak 1,8% menjadi $65,84 per ons.
- Platinum (XPT/USD) naik 1,8% ke level $1.749,15 per ons.
- Indeks Dolar AS tercatat turun 0,1% ke level 99,54, memberikan dukungan tambahan bagi komoditas yang dihargakan dalam dolar.