Story

Harga Emas Mundur dari Level Tertinggi 2 Bulan Akibat Aksi Ambil Untung

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20262 min read
Harga Emas Mundur dari Level Tertinggi 2 Bulan Akibat Aksi Ambil Untung

Summary

Harga emas turun pada hari Kamis setelah mencapai level tertinggi dalam hampir dua bulan, karena investor melakukan aksi ambil untung menyusul data inflasi AS yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Text size
Background

Harga emas turun pada hari Kamis, terkoreksi dari level tertinggi dalam hampir dua bulan karena para investor memilih untuk merealisasikan keuntungan. Kenaikan harga sebelumnya dipicu oleh data inflasi AS yang moderat, yang telah mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Aksi Ambil Untung Tekan Harga

Menurut data yang dikutip oleh Investing.com, pada pukul 09:22 Waktu Bagian Timur AS, harga emas spot turun 0,4% menjadi $4.393,12 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka juga melemah 0,4% ke level $4.451,60 per ons.

Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat melonjak hingga mendekati $4.450 pada hari Rabu. Kenaikan tersebut didorong oleh rilis data inflasi AS yang menunjukkan perlambatan, yang pada gilirannya menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi.

Fokus pada Prospek Suku Bunga The Fed

Data ekonomi terbaru menjadi pendorong utama pergerakan emas. Laporan menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk periode 12 bulan yang berakhir pada Juli melambat menjadi 3,4% dari 3,5%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Selain itu, data pada hari Kamis menunjukkan Indeks Harga Produsen (IHP) tidak berubah secara bulanan pada bulan Juli.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Data-data ini semakin mengurangi spekulasi pasar akan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed di bulan September telah turun menjadi sekitar 36%, dari sebelumnya 46% sebelum data IHK dirilis. Investor kini menantikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, di simposium Jackson Hole akhir bulan ini untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Pandangan Analis dan Faktor Lainnya

Max Baecker, Presiden American Hartford Gold, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Investing.com bahwa prospek emas menjadi lebih bergantung pada setiap rilis data baru. Menurutnya, panduan kebijakan The Fed yang terbatas akan menyebabkan "lebih banyak spekulasi yang harus dilakukan oleh pasar," yang berpotensi memicu volatilitas harga yang lebih besar.

Selain itu, beberapa faktor lain turut memengaruhi harga emas:

  • Pelemahan Dolar AS: Indeks Dolar AS yang sedikit melemah memberikan sedikit penopang bagi emas, karena membuat logam mulia ini lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
  • Permintaan Bank Sentral: Pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank-bank sentral, terutama dari Tiongkok, terus memberikan dukungan fundamental bagi harga.
  • Geopolitik: Ketidakpastian yang berlanjut di Selat Hormuz turut menopang harga minyak, yang menurut Baecker, "memengaruhi emas melalui jalur inflasi, suku bunga, dan ekspektasi kebijakan The Fed."
Back to latest news

LATEST